
Jajaran pimpinan Unusa bersama para mahasiswa baru yang baru saja dikukuhkan, Senin (8/9).(Istimewa)
JawaPos.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berdampak dan inklusif. Tahun akademik 2025–2026 ini, Unusa untuk pertama kalinya memberikan kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Rektor Unusa Prof. Ir. Achmad Jazidie menegaskan bahwa kuota KIP-K berbeda pada tiap perguruan tinggi dan ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). “Menjadi kebanggaan bagi Unusa bisa memfasilitasi para penerima KIP-K untuk belajar di kedokteran, yang mana kita ketahui memerlukan biaya tidak sedikit,” ujarnya usai pengukuhan mahasiswa baru.
"Ini yang pertama kali di Unusa, dan mungkin juga tidak banyak perguruan tinggi swasta yang mampu memberikan kesempatan penerima KIP-K di fakultas kedokterannya," tambahnya.
Tahun ini, Unusa menerima sekitar 4.875 mahasiswa baru, dengan 1.875 di antaranya mahasiswa non-PPG termasuk ratusan penerima KIP-K. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 1.400 mahasiswa non-PPG.
“Kami sangat bersyukur dengan capaian ini. Mudah-mudahan kepercayaan masyarakat dapat kami emban dengan baik, dalam arti kami bisa menjalankan fungsi perguruan tinggi dengan baik, mempersiapkan generasi rahmatan lil alamin bagi negara, bangsa, dan umat manusia,” kata Prof. Jazidie.
Rektor bersama mahasiswa perwakilan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) menerima tablet pembelajaran. (Istimewa)
Kisah Para Penerima KIP-K Kedokteran
Dari lima mahasiswa penerima KIP-K di Fakultas Kedokteran, kisah perjuangan mereka menghadirkan inspirasi.
Putri Yanti, asal Muara Enim, Sumatera Selatan, mengaku sempat gagal di berbagai jalur seleksi nasional maupun mandiri, hingga akhirnya bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. “Ibu saya pedagang, penghasilannya tidak menentu. Saya sempat bekerja, tapi akhirnya berhenti untuk fokus persiapan SNBT. Sayangnya, tidak lolos juga,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Berkat KIP-K di Unusa, Putri kini kembali menata harapannya untuk mewujudkan cita-cita menjadi dokter spesialis kandungan.
Cerita lain datang dari Anjhely Andreani, mahasiswi asal Prabumulih, Sumatera Selatan. Minimnya layanan kesehatan di daerah asalnya membuat tekadnya semakin kuat. “Di kecamatan tempat saya tinggal, jumlah penduduk ribuan, tapi hanya ada satu dokter. Bahkan jumlah bidan pun terbatas, hanya dua orang untuk satu desa,” ucapnya.
Sementara itu, Zahrotul Aini dari Situbondo, Jawa Timur, tergerak menjadi dokter setelah sang ibu divonis hiperglikemia. “Sejak saat itu saya semakin bertekad untuk menjadi dokter, agar bisa membantu ibu saya dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Kisah mereka menjadi potret nyata bagaimana kesempatan dari program KIP-K mampu membuka jalan bagi generasi muda yang berangkat dari keterbatasan.
Maria Goreti Laura Saina atau Lala, mahasiswa baru asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia diterima di Program Studi Gizi melalui jalur beasiswa KIP-K. (Istimewa).
Maria Goreti, Penerima KIP-K Non-Muslim di Prodi Gizi
Selain di Fakultas Kedokteran, Unusa juga memberi kesempatan yang sama bagi mahasiswa dari latar belakang lain. Salah satunya adalah Maria Goreti Laura Saina atau Lala, mahasiswa baru asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia diterima di Program Studi Gizi melalui jalur beasiswa KIP-K.
“Motivasi terbesar saya adalah bapak dan mamak. Mereka dari keluarga kurang mampu, bahkan hanya lulusan SD, tapi mereka nggak nyerah untuk pendidikan anak-anaknya. Termasuk menyekolahkan saya biar bisa jadi sarjana pertama di keluarga,” ujarnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
