
Beasiswa Bakti Prestasi 2025. (Istimewa)
JawaPos.com — Disparitas ekonomi yang masih lebar di Indonesia membuat akses pendidikan tinggi berkualitas menjadi tantangan utama bagi para pelajar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, hanya sekitar 10,2 persen penduduk usia di atas 15 tahun telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Kontrasnya terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang pada 2023 hanya mencapai 31,45 persen, artinya hanya sepertiga dari generasi usia kuliah yang memiliki akses ke pendidikan tinggi.
Melihat negara Indonesia yang sangat besar dan majemuk, pendidikan menjadi kunci untuk menjembatani perbedaan sekaligus membentuk masyarakat yang inklusif dan toleran. Menjawab urgensi tersebut, Yayasan Prasetiya Mulya berkomitmen menjadi solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan melalui Beasiswa Bakti Prestasi.
"Kami tidak ingin talenta terbaik bangsa tertinggal hanya karena keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas, terutama dalam bidang technopreneurship. Karena itu, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa-siswi SMA Negeri berprestasi untuk bergabung dalam program yang dirancang khusus bagi mereka yang berprestasi di tingkat olimpiade sains dan kompetisi setara lainnya," kata perwakilan Universitas Prasetiya Mulya, Fathony Rahman, dikutip Kamis (14/8).
Ketua Pengurus Yayasan, Djisman S. Simandjuntak mengungkapkan, sebagai permulaan pihaknya menargetkan dari SMA-SMA negeri di Jabodetabek terlebih dahulu. Kedepannya, Beasiswa Bakti Prestasi akan bercakupan nasional.
"Dengan begitu, Prasetiya Mulya kedepannya semakin merefleksikan keragaman Indonesia," ujar dia.
Melalui inisiatif ini, pihak berharap dapat melahirkan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan keberagaman bangsa. "Untuk tahun ajaran 2025/2026, dari ratusan pendaftar, mereka tersebar di tiga fakultas atau sekolah yang ada di Prasmul, yaitu Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Sekolah Science Technology Engineering & Mathematics, serta Sekolah Hukum dan Studi Internasional," ungkap Fathony.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
