
Abrizam Wahyu Irtaza berdoa bersama gurunya sebelum memulai pelajaran di hari pertama sekolah di SDN Kauman Solo, Senin (14/7/2025). Ia menjadi satu-satunya murid baru di sekolah itu. (Radar Solo)
JawaPos.com - Di saat kebanyakan orang ramai menyambut hari pertama sekolah dengan berbagai kegiatan pengenalan sekolah, hal itu tak berlaku di SDN Kauman Solo. Sebab, tahun ini sekolah itu hanya mendapatkan satu siswa baru.
Dalam gambar yang diambil Radar Solo (Jawa Pos Grup), tampak seorang guru sedang berdiri di depan seorang murid yang duduk sendiri di bangku kayu.
Murid itu adalah Abrizam Wahyu Irtaza, bocah 7 tahun yang menjadi satu-satunya siswa kelas I di SDN Kauman Solo.
Mengenakan seragam hijau muda lengkap dengan tas punggung, wajah Abrizam terlihat antusias meskipun ia duduk sendirian di dalam kelas yang sunyi, dikelilingi meja-meja kosong.
Situasi ini menjadi gambaran nyata betapa minimnya peminat di sekolah tersebut tahun ini. Wali Kelas I, Sri Handayani, terlihat berusaha membuat suasana tetap hangat.
Dengan sikap sabar, ia berbincang dan memberi semangat kepada Abrizam agar anak itu tidak merasa sendiri. “Akan kami prioritaskan, supaya anak nyaman di sini, dia tidak merasa sendiri,” ujarnya, dikutip dari Radar Solo, Selasa (15/7).
SDN Kauman Solo memang tidak memiliki banyak murid. Total hanya 74 siswa yang bersekolah di SD tersebut. Rata-rata jumlah siswa per angkatan hanya belasan orang.
Kepala SDN Kauman, Martono, mengakui bahwa mereka sudah melakukan berbagai upaya promosi agar lebih banyak orang tua mau menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Namun, persaingan dengan sekolah swasta di sekitarnya cukup memengaruhi minat pendaftaran.
“Kami akan tetap melayani siswa dengan baik, tidak peduli jumlahnya,” tegas Martono, menegaskan komitmennya meski di hadapan kelas yang hampir kosong.
Dengan kondisi seperti ini, pihak sekolah memastikan Abrizam akan mendapat perhatian khusus. Harapannya, meski menjadi satu-satunya siswa di kelas I, ia tetap merasa betah, termotivasi belajar, dan berkembang dengan optimal.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
