
Tangkapan layar video viral seorang guru mendapati orang tua murid sudah menandai bangku sekolah bahkan jauh sebelum jam pelajaran dimulai. (TikTok)
JawaPos.com - Belum juga bel sekolah berbunyi, sebuah video dari sebuah sekolah dasar sudah lebih dulu membuat gaduh dunia maya.
Dalam rekaman yang diunggah akun TikTok @yuyunrahayumc, terlihat satu tas mungil yang diikat erat dengan tali rafia ke bangku barisan paling depan. Bukan karena takut jatuh, tapi karena takut kebagian bangku belakang.
Video itu langsung jadi viral. Bukan karena lucu, tapi karena menyentuh satu isu klasik yang terus terulang tiap tahun yakni perburuan bangku paling depan oleh orang tua murid.
“Drama tali rafia pagi ini. Seorang wali murid booking bangku depan lengkap dengan tali rafia, katanya biar anaknya duduk di depan terus. Takut kebagian duduk di belakang,” begitu narasi dalam video tersebut.
Yang bikin heboh, aksi 'booking kursi' ini dilakukan lima hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Ya, bahkan sebelum gurunya duduk di meja, kursinya sudah diserbu duluan.
Padahal, menurut keterangan guru di sekolah tersebut, sistem duduk di kelas sudah dibuat seadil mungkin.
“Tempat duduk dirolling tiap minggu, semua anak kebagian posisi depan-belakang,” kata guru dalam narasi video. Tapi rupanya, sistem belum cukup untuk menenangkan hati para orang tua yang membawa harapan segunung untuk buah hatinya.
Komentar di media sosial pun langsung terbagi dua. Ada yang menyayangkan aksi 'overprotective' dari sang ibu, namun tak sedikit pula yang membela.
"Harusnya percaya sama sistem sekolah. Gak perlu sampai ngiket-ngiket gitu,” tulis seorang pengguna TikTok.
Tapi banyak juga yang justru melihat sisi lain dari tali rafia tersebut: wujud cinta orang tua. Mungkin kaku, tapi tulus.
“Mungkin si ibu pernah punya pengalaman gak enak karena duduk di belakang dan gak paham pelajaran. Sekarang dia ingin anaknya punya kesempatan yang lebih baik,” tulis netizen lain.
Namun, ada juga yang mengkritik tindakan guru yang merekam dan menyebarkan momen itu. Mereka menilai, masalah ini bisa diselesaikan lewat pendekatan personal, bukan konten viral.
“Lucu sih, tapi kasihan ibunya. Mungkin maksudnya baik. Harusnya dikasih tahu baik-baik, bukan divideoin,” ujar akun lainnya.
Ternyata, fenomena berebut bangku ini bukan hal baru. Banyak guru dari berbagai sekolah mengaku sering melihat aksi serupa tiap tahun ajaran baru.
ada yang meletakkan botol minum, menaruh handuk kecil, bahkan sekadar menempelkan kertas yang berisi tulisan tanda bahwa bangku tersebut sudah ada pemiliknya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
