
Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan meningkatkan kuota beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta. Dari yang semula targetkan 30 ribu siswa, meningkat jadi 72.841 siswa. (Pemprov Jatim).
JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas akses pendidikan bagi pelajar yang tidak tertampung di sekolah negeri. Tahun ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan kembali meningkatkan kuota beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta.
Berdasarkan data terbaru dari UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP), jumlah penerima beasiswa penuh dan pendidikan terjangkau mencapai 72.841 siswa, naik sekitar 28,59 persen dari jumlah tahun sebelumnya yang sebanyak 56.647 siswa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan. “Alhamdulillah, kerja sama yang kami jalin dengan sekolah swasta berjalan lancar dan terus meningkat. Ini melampaui target kami. Dari yang semula kami targetkan 30 ribu siswa, meningkat jadi 56.647 dan sekarang bertambah jadi 72.841,” ungkap Khofifah di Surabaya, Kamis (29/5).
Program ini memberikan dua jenis bantuan, yaitu beasiswa penuh dan pendidikan terjangkau. Beasiswa penuh diberikan kepada 12.650 siswa SMA swasta dan 19.912 siswa SMK swasta. Sementara itu, pendidikan terjangkau diberikan untuk 11.486 siswa SMA swasta dan 28.793 siswa SMK swasta. Totalnya tersebar di 1.156 sekolah swasta dari total 2.936 lembaga swasta di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu siswa lulusan SMP yang tidak lolos seleksi masuk SMA/SMK negeri agar tetap bisa bersekolah. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Jawa Timur tetap bisa melanjutkan pendidikan, meskipun tidak diterima di sekolah negeri. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena masalah biaya,” tegasnya.
Sebagai tambahan, Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan sebesar Rp 1 juta bagi siswa dari keluarga prasejahtera (Desil 1 dan 2) yang tidak diterima di sekolah negeri dan tidak menerima bantuan pemerintah pusat maupun daerah, termasuk PIP. Setiap kabupaten/kota diberikan kuota 150 calon siswa baru, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5,7 miliar.
Khofifah juga memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah, yakni Bangkalan, Pacitan, dan Sampang, di mana seluruh sekolah swasta di wilayah tersebut bersedia memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.
Dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, Pemprov Jatim juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi terkait proses pendaftaran selama 24 jam nonstop. Menurut Khofifah, langkah ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan Jatim atas kerja kerasnya dalam mewujudkan SPMB yang adil, transparan, dan lancar. Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen bersama untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak di Jawa Timur,” tuturnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
