Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 19.26 WIB

Kuota Beasiswa SMA/SMK Swasta Jatim Tembus 72 Ribu, Naik Hampir 30 Persen!

Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan meningkatkan kuota beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta. Dari yang semula targetkan 30 ribu siswa, meningkat jadi 72.841 siswa. (Pemprov Jatim). - Image

Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan meningkatkan kuota beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta. Dari yang semula targetkan 30 ribu siswa, meningkat jadi 72.841 siswa. (Pemprov Jatim).

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas akses pendidikan bagi pelajar yang tidak tertampung di sekolah negeri. Tahun ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan kembali meningkatkan kuota beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta.

Berdasarkan data terbaru dari UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP), jumlah penerima beasiswa penuh dan pendidikan terjangkau mencapai 72.841 siswa, naik sekitar 28,59 persen dari jumlah tahun sebelumnya yang sebanyak 56.647 siswa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan. “Alhamdulillah, kerja sama yang kami jalin dengan sekolah swasta berjalan lancar dan terus meningkat. Ini melampaui target kami. Dari yang semula kami targetkan 30 ribu siswa, meningkat jadi 56.647 dan sekarang bertambah jadi 72.841,” ungkap Khofifah di Surabaya, Kamis (29/5).

Program ini memberikan dua jenis bantuan, yaitu beasiswa penuh dan pendidikan terjangkau. Beasiswa penuh diberikan kepada 12.650 siswa SMA swasta dan 19.912 siswa SMK swasta. Sementara itu, pendidikan terjangkau diberikan untuk 11.486 siswa SMA swasta dan 28.793 siswa SMK swasta. Totalnya tersebar di 1.156 sekolah swasta dari total 2.936 lembaga swasta di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Khofifah menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu siswa lulusan SMP yang tidak lolos seleksi masuk SMA/SMK negeri agar tetap bisa bersekolah. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Jawa Timur tetap bisa melanjutkan pendidikan, meskipun tidak diterima di sekolah negeri. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena masalah biaya,” tegasnya.

Sebagai tambahan, Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan sebesar Rp 1 juta bagi siswa dari keluarga prasejahtera (Desil 1 dan 2) yang tidak diterima di sekolah negeri dan tidak menerima bantuan pemerintah pusat maupun daerah, termasuk PIP. Setiap kabupaten/kota diberikan kuota 150 calon siswa baru, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5,7 miliar.

Khofifah juga memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah, yakni Bangkalan, Pacitan, dan Sampang, di mana seluruh sekolah swasta di wilayah tersebut bersedia memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.

Dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, Pemprov Jatim juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi terkait proses pendaftaran selama 24 jam nonstop. Menurut Khofifah, langkah ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan Jatim atas kerja kerasnya dalam mewujudkan SPMB yang adil, transparan, dan lancar. Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen bersama untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak di Jawa Timur,” tuturnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore