
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama salah satu siswa SMAN 2 Purwakarta yang ia beri uang untuk membeli laptop. (Instagram @dedimulyadi71)
JawaPos.com - Bukan lagi barang mewah yang bersifat eksklusif, laptop atau komputer jinjing saat ini sudah menjadi kebutuhan yang bisa dibilang esensial.
Nggak cuma mereka yang bekerja atau kuliah, siswa sekolah pun kini banyak membutuhkan laptop untuk menunjang proses belajar mereka.
Eranya sudah berubah. Kalau dulu berkutat dengan teknologi seperti komputer hanya dilakukan saat pelajaran komputer di lab khusus saja, saat ini rasanya sudah hampir setiap hari. Makanya, laptop seolah sudah jadi kebutuhan, bahkan untuk anak sekolah.
Namun tentunya tak semua orang beruntung bisa punya laptop. Seperti siswa SMA SMAN 2 Purwakarta ini. Dia butuh laptop untuk sekolah, apa daya uang tak punya.
Dia pun hanya bisa menangis saat diberikan uang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membeli laptop untuk menunjang belajarnya.
Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertanya kepada salah satu siswa SMA Negeri 2 Purwakarta terkait kebijakan larangan wisuda dan perpisahan.
Siswa tersebut langsung menjawab bahwa ia merasa terbantu karena berasal dari keluarga yang sederhana.
“Kalau saya sih terbantu, karena wisuda kan berbiaya ya, karena orang tua saya bukan terlalu yang ada banget gitu,” kata siswa tersebut dalam video yang diunggah di YouTube Lembur Pakuan Channel.
Mendengar jawaban siswa tersebut, Dedi Mulyadi langsung bertanya kepada Kepala SMAN 2 Purwakarta berapa biaya wisuda dan perpisahan. Dedi juga bertanya, kebutuhan apa yang belum terpenuhi siswa tersebut untuk menunjang sekolahnya.
Dedi bertanya soal buku, siswa tersebut menjawab, “Alhamdulillah, buku ada,” kata si anak. Kemudian soal sepatu, Dedi langsung menunduk untuk melihat kondisi sepatu sang anak.
Setelah melihat sepatu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan dompet dan memberikan anak tersebut sejumlah uang. Siswa tersebut tampak terkejut saat menerima uang tersebut serta mencium tangan sang Gubernur.
Melihat ekspresi siswa tersebut Dedi Mulyadi bertanya kenapa ia sampai bersedih. Siswa itu pun menjawab bukan sedih, melainkan terkejut karena sebelumnya tidak pernah memegang uang sebanyak itu. Uang terbanyak yang pernah ia pegang hanya Rp 50 ribu.
Mendengar itu, Dedi kembali membuka dompet dan mengambil sejumlah uang untuk diberikan lagi kepada siswa tersebut. Gubernur kemudian bertanya uang itu akan digunakan untuk apa.
Siswa itu pun meneteskan air mata, kemudian menyampaikan bahwa uang itu akan dia pakai untuk membeli laptop. bukan untuk membeli sepatu yang tadinya jadi perhatian Dedi. karena dia sangat butuh laptop.
Mendengar pengakuan siswa itu, Dedi lantas kembali mengambil uang dan memberikan kepada dia agar bisa digunakan untuk membeli laptop. Momen haru pun terjadi kala siswa yang meneteskan air mata itu dipeluk oleh Dedi.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
