
Rektor Universitas Pancasila (UP), Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU saat menerima kunjungan redaksi JawaPos.com di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (07/01/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Belum genap setahun menjabat sebagai Rektor Universitas Pancasila (UP), Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU memiliki gebrakan baru untuk memimpin kampus yang telah berdiri sejak 1966 itu. Di awal tahun ini, dirinya tengah mempersiapkan UP menjadi kampus internasionalisasi.
"Nah sekarang mulai Januari ini kita mulai persiapan untuk internasionalisasi. Makanya ada unit khusus yang menangani program internasionalisasi ini," ujar Marsudi saat ditemui redaksi Jawapos.com di kantornya, Selasa (7/1).
Marsudi menyampaikan sejumlah langkah awal yang disiapkan untuk mewujudkan visinya itu. Pertama, dirinya akan fokus pada akreditasi internasional yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing global para lulusannya.
Kedua, menargetkan UP masuk dalam 100 besar kampus terbaik global. Terakhir, mendorong pemerintah Indonesia untuk membuat visa student yang selama ini belum ada.
"Itulah salah satu harapannya terbesarnya untuk pemerintah Indonesia dengan peran sertanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat mendunia. Dengan (langkah) itu, maka membuat calon-calon mahasiswa asing itu yakin untuk kuliah di sini," ucapnya.
Guru Besar Ilmu Komputer tersebut menambahkan, nantinya akan ada dua model pendekatan pembelajaran yang disajikan, yakni kelas internasional dengan bahasa Inggris, dan kelas Internasional dengan bahasa lokal sebagai pengantar pembelajaran.
Rektor Universitas Pancasila (UP), Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU saat menerima kunjungan redaksi JawaPos.com di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (07/01/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
"Nah ini yang sebetulnya jangka panjang untuk internasionalisasi itu ya," ungkapnya.
Karena itu, dengan visi internasionalisasi yang tengah disiapkan, Marsudi berharap lulusan UP memiliki kemampuan yang dapat bersaing di dunia global. Selain itu, para tenaga akedemisinya pun dapat menjadi pembicara di forum-forum Internasional.
"Jadi para akademisinya nanti bisa berperan di dunia internasional, jadi pembicara, jadi punya kontribusi ke ilmu juga di internasional, diundang jadi scholar di negara-negara lain. Sementara mahasiswanya dari luar masuk ke Indonesia untuk belajar di sini," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
