
Prof. Agus Taufik Mulyono atau Prof ATM. (Istimewa)
JawaPos.com–Prof. Agus Taufik Mulyono, atau akrab disapa Prof ATM, resmi mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2024-2027 dan calon Ketua Umum PII 2027-2030.
Dengan latar belakang sebagai akademisi, praktisi, budayawan, serta pengusaha ternak, Prof ATM menekankan pentingnya pemberdayaan badan kejuruan, wilayah, dan cabang PII melalui tata kelola yang lebih luas serta kolaborasi eksternal yang berkelanjutan.
”PII harus menjadi fasilitator yang benar-benar inklusif. Jangan hanya menjadi pengawas atau regulator, tetapi mendorong seluruh asosiasi profesi untuk aktif dan bersinergi,” ujar Prof ATM dalam keterangan tertulisnya di Surabaya.
Prof ATM menyoroti pentingnya pemimpin PII yang tidak terikat kepentingan kelompok atau jabatan tertentu. Keberanian dan independensi menjadi syarat utama untuk memimpin organisasi sebesar PII, terutama dalam menghadapi tantangan regulasi yang masih belum optimal.
”Ke depan, ketua PII harus berani memperjuangkan hal yang benar, tanpa takut pada tekanan jabatan atau kelompok tertentu. Kita harus pastikan semua sistem, mulai dari registrasi hingga standar kompetensi, berjalan dengan sah dan akuntabel,” tegas Prof ATM.
Prof ATM berkomitmen untuk meningkatkan jumlah anggota PII secara signifikan dalam waktu singkat. ”Kalau saya jadi Wakil Ketua, dalam tiga bulan jumlah anggota PII bisa meningkat hingga 2.000.000, bahkan dalam setengah hari jika sistem dijalankan dengan benar. Caranya? Wajibkan seluruh anggota asosiasi profesi keinsinyuran memiliki kartu anggota PII aktif dan STRI pada semua sektor pembangunan. Ini bisa dilakukan, tinggal butuh keberanian,” tambah dia.
Prof ATM juga menyoroti lambatnya pembentukan Dewan Insinyur Indonesia (DII) yang menjadi pengawas sistem kompetensi insinyur sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hingga kini, sistem uji kompetensi dan registrasi belum memiliki standar yang sah.
”Sepuluh tahun setelah undang-undang berlaku, DII belum terbentuk. Padahal, ini adalah bagian esensial dari tata kelola keinsinyuran. Kita tidak bisa terus berada dalam status quo. PII harus berani mengambil langkah besar,” papar Prof ATM.
Sebagai akademisi, Prof ATM memiliki rekam jejak yang solid. Dia telah menjadi dosen di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM sejak 1990. Pendiri Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM dan pernah menjabat sebagai Kepala PUSTRAL dalam dua periode.
Berbagai penghargaan juga diraih Prof ATM, termasuk ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award (2019) dan Tokoh Insinyur Inspiratif (2024). Sebagai praktisi, dia juga dikenal berkontribusi dalam pembangunan transportasi nasional. Selain itu, Prof ATM tergabung juga dalam LPJK Kementerian PUPR, dan menjadi salah satu kandidat komisioner LPJK.
”Keberanian tanpa beban, itulah yang saya tawarkan untuk membawa PII ke arah yang lebih baik. PII bukan milik kementerian tertentu atau partai, tetapi milik seluruh insinyur Indonesia,” terang Prof ATM.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
