
Ilustrasi ruang kuliah, pembiayaan pendidikan kini jadi bidikan perusahaan pembiayaan untuk ekspansi usaha
JawaPos.com – Masa penerimaan mahasiswa baru di sejumlah kampus negeri maupun swasta tahun akademik 2024/2025 sedang berjalan. Di balik itu, ada fenomena menarik, yaitu sebanyak 80 persen mahasiswa mengalami salah jurusan saat menentukan pilihan kuliahnya.
Menurut General Manager Sekolah Pribadi Depok Fatih Pasaoglu, fenomena banyaknya mahasiswa yang salah mengambil jurusan kuliah perlu menjadi perhatian bersama.
"Maka kami perlu mengarahkan para siswa, sesuai dengan kompetensinya," kata Fatih Pasaoglu di kantornya di Jalan Margonda, Depok, pada Senin (27/5).
Fatih mengatakan setiap siswa memiliki bakat dan minat yang beragam. Apalagi saat ini revolusi industri serta perkembangan teknologi membawa beragam profesi baru.
Kepala SMA Pribadi Depok Bibit Wiyana menambahkan, gejala-gejala yang muncul pada mahasiswa yang salah jurusan tersebut salah satunya mengalami minat belajar berkurang di tengah jalan.
Menurunnya minat belajar itu bisa dilihat dari nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih mahasiswa tersebut. Mahasiswa yang mengalami penurunan minat belajar, berpotensi besar mengalami penurunan IPK. "Gejala yang paling ekstrem, si mahasiswanya sampai pindah jurusan," tuturnya.
Bibit mencontohkan beberapa tahun lalu, ada muridnya yang sempat pindah sampai tiga jurusan. Sampai akhirnya dia memilih jurusan di bidang seni, khususnya fotografi. "Sekarang dia jadi fotografer sukses. Memiliki studio yang besar di Jakarta," tuturnya.
Menurut Bibit pihak sekolah perlu menjalankan berbagai strategi untuk memetakan bakat dan minat siswa. Bahkan jika diperlukan, pemetaan bakat dan minat itu dilakukan sejak kelas X SMA. Kemudian dilakukan pendampingan secara terus menerus hingga lulus sekolah. Penentuan minat dan bakat tersebut juga perlu dikomunikasikan dengan orang tua murid bersangkutan.
"Kami menggunakan career planning. Membahas (bersama murid) kami nanti akan berkarir di bidang apa," jelasnya. Penerapan career planning tersebut cukup efektif untuk mengarahkan minat dan bakat murid, sampai ke pilihan jurusan kuliah, hingga pilihan profesinya kelak. Meskipun begitu untuk jenjang SMA memiliki keterbatasan akses dalam memantau karir alumninya selepas lulus kuliah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
