
TAMPUNG KELUHAN: Sejumlah orang tua mengadukan persoalan PPDB zonasi kemarin (20/6). Mereka mengaku tidak bisa memilih sekolah yang berada di dekat rumahnya.
JawaPos.com - Agak berbeda, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMA/SMK di Jawa Timur tahun ini bukan lagi berdasarkan jarak lingkup zona kabupaten.
Hal tersebut karena kebijakan baru Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur yang mengubah ketentuan jalur zonasi.
Jika sekiranya pada tahun-tahun sebelumnya jalur zonasi berdasarkan jarak lingkup zona kabupaten/kota, pada tahun 2024 ini zonasi ditentukan berdasarkan zona kelurahan/desa.
Perubahan tersebut berdasar pada Keputusan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek RI Nomor: 47/M/2023 mengenai Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jati, Aries Agung Paewai menjelaskan jika perubahan kebijakan zonasi harus segera disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan dengan melibatkan Kemenag, Dinas Kab/Kota dan Cabang Dindik pada masing-masing wilayah.
“Kita ingin informasi PPDB di tahun 2024 ini tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Adanya perubahan kebijakan zonasi ini juga diharapkan masyarakat bisa memahami,” ucapnya seperti dikutip Radar Surabaya.
Lebih lanjut, Aries pun menyebutkan terdapat lima poin penetapan wilayah zonasi pada PPDB Jawa Timur tahun ini.
Pertama, penetapan wilayah zonasi pada tingkat SMA/SMK tidak bisa dilakukan per satu wilayah kabupaten/kota.
Kedua, penetapan wilayah zonasi tingkat SMA/SMK pada satu wilayah kabupaten/kota akan dibagi menjadi beberapa wilayah zonasi.
Diantaranya adalah wilayah zonasi dalam, wilayah zonasi luar yang berbatasan dalam satu kabupaten/kota, dan wilayah zonasi luar yang berbatasan antar kabupaten/kota.
Ketiga, penetapan wilayah zonasi akan dilakukan hingga wilayah administrasi terkecil, yakni pada tingkat kelurahan/desa.
Keempat, penetapan wilayah zonasi akan berdasarkan sebaran sekolah dan domisili para peserta didik.
Terakhir, penetapan wilayah zonasi akan menggunakan pendekatan jarak sekolah ke wilayah administrasi terkecil domisili peserta didik dan wilayah administrasi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
