
Kegiatan MPLS SMPN 56 Surabaya.
JawaPos.com–Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada Senin (17/7), mengawali tahun ajaran baru 2023/2024. Demi mewujudkan MPLS yang dapat menumbuhkan karakter dengan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik, Direktorat SMP telah memberikan penyuluhan melalui webinar bertajuk MPLS Menuju Profil Pelajar Pancasila pada Jumat (7/7) melalui kanal YouTube Direktorat SMP.
Dalam penyuluhan tersebut, terdapat pembahasan utama, yaitu terkait cara menciptakan kegiatan MPLS yang jauh dari kekerasan, perpeloncoan, atau perlakuan-perlakuan tidak wajar. Sehingga MPLS mampu mencetak siswa-siswi yang memiliki karakter dan kompetensi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Plt Direktur Sekolah Menengah Pertama I Nyoman Rudi Kurniawan memaparkan, MPLS merupakan upaya yang dilakukan secara bersama dan konsisten oleh Kemendikbudristek, dinas pendidikan, dan satuan pendidikan, dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman untuk belajar.
Pelaksanaan MPLS tidak boleh ada praktik-praktik kekerasan. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.
Menurut dia, tujuan MPLS yaitu agar satuan pendidikan dapat mengetahui atensi dari siswa baru, membantu siswa baru untuk beradaptasi di lingkungan sekolah, menumbuhkan motivasi pada siswa baru, serta mengembangkan interaksi positif antar peserta didik dan warga sekolah.
Nyoman menambahkan, MPLS bertujuan menumbuhkan sifat kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keberagaman, menumbuhkan sifat kedisiplinan, hidup bersih dan sehat, pada diri siswa. Sehingga, dapat mewujudkan peserta didik yang memiliki integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
Ketua MKKS DKI Jakarta, yang juga Kepala SMPN 284 Jakarta Sutresno memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilarang dilakukan pada saat pengenalan lingkungan sekolah. Seperti memerintahkan siswa baru untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, memberikan hukuman tidak mendidik yang bersifat fisik atau mengarah pada tindak kekerasan, dan aktivitas lain yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Melalui penyuluhan itu, diharapkan dapat tercipta MPLS yang aman, jauh dari kekerasan, dan bisa memunculkan karakter pelajar Pancasila pada peserta didik baru.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
