
ILUSTRASI. Guru memberikan materi saat kegiatan belajar mengajar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pelatihan untuk guru master Pendidikan Agama Islam (PAI). Istilah Guru Master merujuk pada profil seorang guru yang dianggap memiliki kompetensi di atas guru-guru lainnya.
Direktur PAI Amrullah mengatakan, seorang Guru Master diharapkan dapat menjadi teladan bagi rekan-rekan sejawatnya. Guru Master harus mampu berperan sebagai pionir yang menggerakkan komunitas di daerahnya.
"Predikat sebagai seorang Guru Master memang cukup berat diemban, ada tuntutan kompetensi yang harus dipenuhi," kata Amrullah, Sabtu (18/6).
"Sosok Guru Master harus menjadi yang terdepan dalam mempelopori perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik," sambungnya.
Amrullah mengingatkan, agar para peserta yang ikut dalam kegiatan ini dapat menjadi aktor-aktor yang proaktif dalam menginisiasi terwujudnya ekosistem PAI digital, sebagaimana yang dicanangkan Direktorat PAI.
"Para Guru Master yang hadir pada kali ini diharapkan dapat membantu direktorat dalam menciptakan ekosistem PAI digital melalui pemberdayaan komunitas MGMP di wilayah tugas masing-masing," imbuhnya.
Kegiatan Program Guru Master Pendidikan Agama Islam dilaksanakan selama 3 hari, 15 - 17 Juni 2022. Giat ini diikuti Guru PAI SMA/SMK perwakilan MGMP PAI SMA/SMK provinsi. Kegiatan diselenggarakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.
Amrullah menambahkan, peran Guru PAI dalam membentuk karakter peserta didik demikian penting. Sehingga tuntutan kompetensi seorang GPAI tidak hanya berbasis pada parameter yang bersifat pragmatis semata, melainkan juga berdimensi visioner dalam kaitannya dengan kondisi generasi bangsa di masa depan.
Pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah mengatur bahwa GPAI harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional, dan kepemimpinan. "Kompetensi-kompetensi tersebut apabila dapat dikuasai tentunya akan semakin menambah performa seorang GPAI dalam menjalankan tugasnya," tandasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
