
Photo
JawaPos.com - Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) jenjang SMP 2021 resmi ditutup. Dari total 120 karya penelitian yang masuk, ditetapkan 3 juara peraih medali emas untuk kategori IPS, Kemanusiaan dan Seni; IPA dan Lingkungan; serta Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa. Jadi total ada 9 peraih medali emas.
Peneliti Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ahmad Dinoto menyampaikan pujian kepada para peserta OPSI SMP 2021. "Kelebihan dari peserta KOPSI tahun ini, saya lihat mereka memiliki kepercayaan diri berani dan berpikir out of box," kata Ahmad secara virtual Selasa (14/12).
Dia mengatakan kepercayaan diri dan berani berpikir out of box penting untuk bisa melahirkan sesuatu yang unik dan yang baru. Ahmad mengatakan kalaupun ada beberapa kekurangan dan keterbatasan, terlihat kelemahan terutama pada instrumen metodologi.
"Metodologi penelitian sangat perlu dan penting karena ini kegiatan penelitian. Sangat perlu untuk dikembangkan," jelasnya. Sehingga ke depan para siswa dapat menggunakan metodologi yang akurat, valid, dan dapat diulang," jelas peneliti yang juga juri kategori Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan itu.
Di antara peraih medali emas adalah SMP Negeri 3 Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dengan penelitian Mr-Tech (Mercury Reducing Technology) Sebagai Solusi Pencemaran Merkuri di Perairan. Kemudian SMP Negeri 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dengan penelitian Pengaruh Simplisia Daun Mangga Terhadap Tingkat Kesegaran Ikan Pada Pengawetan Meneggunakan Es.
Peraih medali emas lainnya adalah SMP Negeri 177 Jakarta, Kota Jakarta Selatan dengan penelitian Prototipe Alat Pengubah Sampah Plastik Menjadi Diesel Dengan Pemanas Listrik. Selain itu Dari SMP Negeri 5 Yogyakarta, DI Yogyakarta dengan penelitian Pasco (Penyaring Gas Co Pada Asap Kendaraan Bermotor).
Ketua Pokja Bidang Pendidikan Dasar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek Keri Darwindo mengatakan pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak-pihak terkait. Mulai dari kepada dinas pendidikan, kepala sekolah, orangtua, guru, dan pembina yang telah mendorong semangat siswa untuk terus berkompetisi dalam situasi pandemi.
"Dari penilaian dewan juri, hasil yang dicapai para siswa memang sangat luar biasa. Sebagian besar peserta fokus pada pengembangan, solusi permasalahan, pembangunan di daerahnya masing-masing," jelas Keri. Dia berharap gagasan yang sangat luar biasa tersebut bisa dijalankan atau diterapkan. Kemudian dia berharap para siswa bisa terus berkarya dan menduniakan gagasan. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
