
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto
JawaPos.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyampaikan, perlu komitmen bersama mewujudkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta relevan dengan pembangunan, baik di daerah maupun di skala nasional.
"Vokasi tidak mungkin berjalan sendiri. Untuk bisa link mungkin tidak sulit, tapi untuk match ini masih menjadi tantangan," ungkap dia ketika menjelaskan program link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri, Kamis (9/12).
Menurutnya, untuk bisa menciptakan keselarasan link and match guna peningkatan inovasi, para pengajar perlu untuk meninggalkan cara tradisional. Artinya, dalam proses pembelajaran tidak perlu terus mengajarkan teori, tapi juga harus diiringi dengan praktek.
"Tinggalkan cara tradisional, jangan kita mendidik dengan keyakinan sendiri yang ternyata sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri yang kebaruannya begitu cepat," tutur dia.
Fokus pembentukan akselerator daerah sendiri mengacu pada program destinasi super prioritas dan pembangunan ekonomi di kawasan 3T. Seperti di wilayah Toba, Sumatera Utara, dan Labuan Bajo, NTT, yang membutuhkan SDM terampil untuk pengembangan kawasan wisata.
"Peluang ini tentunya dapat diisi oleh para lulusan vokasi yang merupakan putra-putri daerah setempat," imbuhnya.
Wikan juga mengungkapkan bahwa dukungan serta komitmen dari pemerintah daerah sangatlah penting, terutama dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Menurutnya, dukungan ini merupakan bentuk nyata dari 'memasak bersama' antara pendidikan vokasi dengan industri.
"Dari pembuatan program studi (prodi) kemudian menyusun kurikulumnya juga bersama. Kita harus punya mindset bahwa yang dibutuhkan oleh industri adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mengerjakan pekerjaan, bukan sekadar lulus mendapat ijazah," terang dia.
Perlu diingat juga bahwa calon tenaga kerja Indonesia masih memiliki tantangan terkait penguatan keterampilan nonteknis atau soft skills. "Kalau kita terus mengejar penguasaan keterampilan teknis (hard skills), dalam beberapa tahun ke depan pasti akan tertinggal," tutup Wikan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
