Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Desember 2021 | 17.34 WIB

Komitmen Pendidikan Vokasi dan Industri Harus Selaras demi Pembangunan

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto - Image

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto

JawaPos.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyampaikan, perlu komitmen bersama mewujudkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta relevan dengan pembangunan, baik di daerah maupun di skala nasional.

"Vokasi tidak mungkin berjalan sendiri. Untuk bisa link mungkin tidak sulit, tapi untuk match ini masih menjadi tantangan," ungkap dia ketika menjelaskan program link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri, Kamis (9/12).

Menurutnya, untuk bisa menciptakan keselarasan link and match guna peningkatan inovasi, para pengajar perlu untuk meninggalkan cara tradisional. Artinya, dalam proses pembelajaran tidak perlu terus mengajarkan teori, tapi juga harus diiringi dengan praktek.

"Tinggalkan cara tradisional, jangan kita mendidik dengan keyakinan sendiri yang ternyata sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri yang kebaruannya begitu cepat," tutur dia.

Fokus pembentukan akselerator daerah sendiri mengacu pada program destinasi super prioritas dan pembangunan ekonomi di kawasan 3T. Seperti di wilayah Toba, Sumatera Utara, dan Labuan Bajo, NTT, yang membutuhkan SDM terampil untuk pengembangan kawasan wisata.

"Peluang ini tentunya dapat diisi oleh para lulusan vokasi yang merupakan putra-putri daerah setempat," imbuhnya.

Wikan juga mengungkapkan bahwa dukungan serta komitmen dari pemerintah daerah sangatlah penting, terutama dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Menurutnya, dukungan ini merupakan bentuk nyata dari 'memasak bersama' antara pendidikan vokasi dengan industri.

"Dari pembuatan program studi (prodi) kemudian menyusun kurikulumnya juga bersama. Kita harus punya mindset bahwa yang dibutuhkan oleh industri adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mengerjakan pekerjaan, bukan sekadar lulus mendapat ijazah," terang dia.

Perlu diingat juga bahwa calon tenaga kerja Indonesia masih memiliki tantangan terkait penguatan keterampilan nonteknis atau soft skills. "Kalau kita terus mengejar penguasaan keterampilan teknis (hard skills), dalam beberapa tahun ke depan pasti akan tertinggal," tutup Wikan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore