
Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan seluruh sekolah harus menerapkan belajar tatap muka terbatas. Dia mengatakan tempat-
JawaPos.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, berharap semakin banyak pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi Duta Merdeka Belajar. Ia juga mengapresiasi perguruan tinggi yang proaktif mensosialisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Saya berharap para pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi duta Kampus Merdeka. Lakukan diskusi terbuka, sampaikan makna MBKM, bekali dengan informasi baik, dan dukung perubahan. Laksanakan supaya kampus kita bisa lebih merdeka,” ungkap dia dalam keterangannya, Jumat (22/10).
Dengan ini, Nadiem ingin agar tidak ada lagi sekat-sekat antara falkutas, sekat-sekat antara prodi, sekat-sekat antara universitas, dan sekat antara dunia akademik, dunia industri, serta dunia riset.
“Sekarang benar-benar semua menjadi tempat pembelajaran untuk mahasiswa dan dosen, serta kampus menjadi pusat perbauran dari berbagai sektor. Itulah Kampus Merdeka,” jelasnya.
Pasalnya, saat ini banyak mahasiswa berkuliah di bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Maka, MBKM dirancang khusus untuk dapat membekali mahasiswa untuk belajar dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan minat dan kebutuhannya memasuki dunia kerja.
Dalam memasuki dunia kerja, mahasiswa yang baru lulus tidak hanya mengandalkan satu disiplin program studi (prodi), tetapi membutuhkan dua atau tiga disiplin prodi. “Berikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keilmuannya ke prodi lain di luar prodi yang dipilih,” ujarnya.
Mendikbudristek mengimbau agar para Rektor, Dekan, dan Kepala Program Studi (Kaprodi) di perguruan tinggi agar tidak membatasi mahasiswa dalam mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, termasuk pemenuhan konversi program sebesar 20 SKS.
"Jangan pula mempersulit mahasiswa yang ingin belajar dan kredit semester di luar jurusannya. Pasalnya, zaman semakin maju dan mahasiswa tidak hanya butuh satu disiplin ilmu untuk bisa sukses dalam dunia kerja," pesannya.
Para pimpinan perguruan tinggi dapat turun langsung menjelaskan ke Kaprodi untuk mulai menyusun dan memadatkan semua prodi kedalam lima semester. “Kalau tiga semester boleh di luar prodi, prodinya segera dipadatkan masuk ke dalam lima semester,” pungkas dia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
