
ILUSTRASI: Dugaan tindak plagiarisme oleh Rektor Unnes Fathur Rokhman naik ke permukaan usai seorang Guru Besar Unnes Salatri Wilonoyudho, Minggu (3/6) lalu pada akun Facebook-nya memposting sebuah tulisan menyinggung tindakan plagiat yang haram dilakukan
JawaPos.com - Kasus plagiarisme masih ditemukan ada di perguruan tinggi. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan kasus plagiat terhadap Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman.
Berkaitan dengan alasan plagiarisme, anggota Tim Penilai Penilaian Angka Kredit Dosen dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sutikno, sebagai awalan memberikan penjelasan apa itu plagiarisme.
Plagiarisme disebutnya merupakan tindakan scientific misconduct atau pemalsuan ilmiah yang menggunakan ide, hasil, atau kata-kata orang kain tanpa memberikan penghargaan yang sesuai. Adapun, alasan yang paling umum dalam kasus plagiarisme adalah ketidakpahaman peneliti terkait risetnya sendiri. Atas dasar tersebut, tindakan plagiat sering terjadi di perguruan tinggi.
"Kalau kita kurang literasi atau rujukan yang sudah pernah terbit, itu berpotensi (membuat) gagasan itu agak mirip-mirip (dengan yang original)," jelas dia dalam webinar Plagiarisme dan Wajah Depan Dunia Akademik, Selasa (27/4).
Kemudian juga, direktorat riset dan pengabdian kepada masyarakat (DPRM) di perguruan tinggi sebaiknya tidak mempublikasikan judul-judul penelitian yang sudah didanai. Sebab, peneliti akan berpikiran untuk mengambil pembahasan yang mirip agar penelitian didanai.
"Nanti juga ada kecenderungan judul yang didanai DPRM itu diminati peneliti lain, mikir ternyata tema-tema seperti itu yang didanai. Lalu, tentu harus segera dilindungi misalnya ide penelitiannya itu berpotensi menghasilkan output yang cukup bagus. Kita harus segera melindungi agar gagasan itu tidak dicontoh," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa
Prediksi Skor Persik Kediri vs PSS Sleman: Macan Putih Diunggulkan Menang
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Alumni ITS Langsung Rebut Gelar Juara
Prediksi Skor Getafe vs Lugano: Tamu Datang dengan Modal Positif
Prediksi Skor Bournemouth vs AC Milan: The Cherries Berpeluang Perpanjang Tren Positif
Prediksi Skor Kairat vs Panathinaikos: Wakil Yunani Diunggulkan, Duel Sengit di Kazakhstan
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Prediksi OFI Crete vs Bayer Leverkusen: Tuan Rumah Terpuruk, Tim Tamu Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022