Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Maret 2021 | 06.33 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, Fungsikan KKN untuk Dampingi UMKM

Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya menjalani rangkaian Comdev dengan mendampingi pelaku UMKM..  Foto : Humas Universitas Prasetiya Mulya - Image

Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya menjalani rangkaian Comdev dengan mendampingi pelaku UMKM.. Foto : Humas Universitas Prasetiya Mulya

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa dampak kesehatan. Tetapi juga memukul dunia usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah kondisi itu Universitas Prasetiya Mulya menjadikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk pendampingan kepada pelaku UMKM.

Manajer Pusat Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Universitas Prasetiya Mulya Danang Yudha P menuturkan di kampusnya kegiatan KKN disebut juga Community Development (Comdev). Program berbasis pendampingan itu diharapkan bersama-sama mengatasi tantangan UMKM di tengah pandemic.

Pelaksanaan Comdev itu berbeda dengan KKN kebanyakan yang menempatkan mahasiswa di suatu wilayah untuk membuat program kerja dalam lingkup desa dan kecamatan. Sementara program Comdev menempatkan satu kelompok mahasiswa untuk mendampingi satu mitra binaan. Dengan metode pendampingan 1:1 itu diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dengan mitra binaan jauh lebih intensif dan komprehensif.

Lebih lanjut Danang mengatakan tahun ini program Comdev melibatkan 158 orang peserta. ’’Kami berharap pandemi ini cepat selesai. Namun ternyata (model) bisnis sudah banyak berubah dan bergeser ke online,’’ katanya. Melalui program pendampingan Comdev tersebut diharapkan pelaku UMKM bisa menangkap pengetahuan baru.

Miranda, salah satu mahasiswa peserta program Comdev bertanggung jawab dalam pendampingan usaha milik ibu Titi. Dia merasa senang dapat berbagi ilmu kewirausahaan bersama pelaku UMKM di tengah pandemi. ’’Saat kami bantu usaha ibu Titi, rasanya seperti usaha ini milik kami sendiri,’’ katanya.

Sehingga peserta Comdev bersama pemilik usaha tidak canggung untuk mencoba banyak hal. Seperti membuat katalog karakteristik kopi supaya usaha kopi Sekarwangi milik Titi dapat tampil berbeda dengan brand kopi di pasaran.

Penerapan metode branding dan pemanfaatan teknologi tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Titi. ’’Selama pendampingan saya minta lebih dibantu dalam ilmu digital marketing,’’ kata Titi.

Pada kesempatan itu dia juga diajarkan strategi memasarkan produk di e-commerce serta media sosial. Dia optimistis di tengah pandemi ini usaha kopinya dapat terus berkembang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/wayZNSvk9SI

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore