
Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya menjalani rangkaian Comdev dengan mendampingi pelaku UMKM.. Foto : Humas Universitas Prasetiya Mulya
JawaPos.com – Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa dampak kesehatan. Tetapi juga memukul dunia usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah kondisi itu Universitas Prasetiya Mulya menjadikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk pendampingan kepada pelaku UMKM.
Manajer Pusat Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Universitas Prasetiya Mulya Danang Yudha P menuturkan di kampusnya kegiatan KKN disebut juga Community Development (Comdev). Program berbasis pendampingan itu diharapkan bersama-sama mengatasi tantangan UMKM di tengah pandemic.
Pelaksanaan Comdev itu berbeda dengan KKN kebanyakan yang menempatkan mahasiswa di suatu wilayah untuk membuat program kerja dalam lingkup desa dan kecamatan. Sementara program Comdev menempatkan satu kelompok mahasiswa untuk mendampingi satu mitra binaan. Dengan metode pendampingan 1:1 itu diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dengan mitra binaan jauh lebih intensif dan komprehensif.
Lebih lanjut Danang mengatakan tahun ini program Comdev melibatkan 158 orang peserta. ’’Kami berharap pandemi ini cepat selesai. Namun ternyata (model) bisnis sudah banyak berubah dan bergeser ke online,’’ katanya. Melalui program pendampingan Comdev tersebut diharapkan pelaku UMKM bisa menangkap pengetahuan baru.
Miranda, salah satu mahasiswa peserta program Comdev bertanggung jawab dalam pendampingan usaha milik ibu Titi. Dia merasa senang dapat berbagi ilmu kewirausahaan bersama pelaku UMKM di tengah pandemi. ’’Saat kami bantu usaha ibu Titi, rasanya seperti usaha ini milik kami sendiri,’’ katanya.
Sehingga peserta Comdev bersama pemilik usaha tidak canggung untuk mencoba banyak hal. Seperti membuat katalog karakteristik kopi supaya usaha kopi Sekarwangi milik Titi dapat tampil berbeda dengan brand kopi di pasaran.
Penerapan metode branding dan pemanfaatan teknologi tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Titi. ’’Selama pendampingan saya minta lebih dibantu dalam ilmu digital marketing,’’ kata Titi.
Pada kesempatan itu dia juga diajarkan strategi memasarkan produk di e-commerce serta media sosial. Dia optimistis di tengah pandemi ini usaha kopinya dapat terus berkembang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/wayZNSvk9SI
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022