
Ilustrasi pelajar SMK. BNSP mendorong agar asosiasi profesi merumuskan dan mengembangkan standar kompetensi nasional.
JawaPos.com — Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) meminta asosiasi profesi dapat mengembangkan standar kompetensi nasional yang sesuai kebutuhan industri. Tujuannya agar tenaga kerja yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Bonardo Aldo Tobing mengatakan, pihaknya dan Lembaga Sertifikasi Profesi tengah menyusun skema sertifikasi yang sesuai standar industri. Kebijakan itu dilakukan agar ke depan, tidak ada alasan bagi industri untuk menolak tenaga kerja yang sudah tersertifikasi.
Aldo memaparkan, pihaknya juga mendorong pelaksanaan sertifikasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Di SMK, misalnya, peserta didik mendapatkan pelatihan langsung dari asosiasi profesi. Jadi, mereka mendapatkan tambahan pengetahuan dan kompetensi yang sesuai dengan industri.
"Misalnya, perhimpunan hotel dan restoran Indonesia memberikan pelatihan soal praktik housekeeping. Sehingga, lulusan SMK sudah terkualifikasi sesuai kebutuhan industri," ujar dia di Jakarta, Rabu (20/2).
Dijelaskan Aldo, dalam Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi, fungsi BNSP sejatinya ditambahkan.
Selain menjalankan sertifikasi profesi, juga melaksanakan sertifikasi pendidikan dan sistem pelatihan vokasi untuk melaksanakan dan mengembangkan kompetensi.
"Di 2019, pemerintah mencanangkan tahun pembangunan SDM Indonesia. Salah satunya melalui pengakuan kompetensi dengan sertifikat profesi," ujar dia.
Aldo mengklaim bahwa beberapa perusahan multinasional seperti Google telah merekrut tenaga kerja tanpa ijazah, tetapi dengan sertifikat profesi.
"Oleh karena itu, dibutuhkan sarana dan prasana. Termasuk asesor, tempat uji kompetensi, skema sertifikasi, standar kompetensi, dan perangkat ujinya, yang mumpuni,"
Memasuki industri 4.0, saat ini diperlukan peningkatan kualitas SDM yang mampu mengoperasikan teknologi digital. Dampak 4.0 akan munculkan pekerjaan baru dan kompetensi baru.
“Maka, Lembaga Sertifikasi Profesi perlu juga mengembangkan skema baru sesuai perkembangan jaman,” pungkasnya.
Sesuai dengan era yang serba cepat, BNSP juga telah mengikuti perkembangan zaman. Yaitu, dengan menggunakan elektronik sistem untuk proses lisensi.
Jadi, proses lisensi dipercepat dan LSP yang mengajukan lisensi ke BNSP bisa memantau proses pengajuan lisensinya.
“Bisa ditracking melalui sistem. Kami juga akan mengembangkan elektronik sistem untuk asesmen,” tambahnya.
Dia menyatakan, BNSP akan terus membenahi pelayanan publik agar semuanya serba cepat.
“Inilah dampak revolusi industri. Untuk itu kita perlu mengantisipasi perkembangan jaman dengan sertifikasi kompetensi yang juga berkembang,” pungkasnya. Lo
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022