
Ilustrasi: perkembangan teknologi digital membuat pekerjaan yang semula dilakoni manusia kini beralih ke mesin. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para sarjana.
JawaPos.com - Saingan para sarjana semakin ketat sejak keluar dari dunia kampus. Mereka akan dihadapkan dengan perkembangan teknologi digital yang mulai merampas pekerjaan manusia. Hal itu membuat sejumlah dunia kerja yang dulu banyak menggunakan tenaga manusia terampil, kini beralih ke tenaga mesin.
Pesan ini dikemukakan oleh anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy saat memberikan pidato ilmiah pada wisuda dan Rapat Senat Terbuka ke-23 di IAIN Tulungagung, pada Sabtu (22/9).
"Para wisudawan harus bisa menjawab tantangan kerja yang ada. Mereka juga harus mengetahui semua perubahan saat ini, sehingga mengambil peran dalam setiap perubahan yang ada,” kata pria yang biasa disapa Rommy itu dalam keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Sabtu (22/9).
Dalam wisuda yang diikuti 1.200 wisudawan itu, Rommy berkata bahwa para lulusan perguruan tinggi, terutama para sarjana harus bisa cepat beradaptasi dengan dunia kerja.
Persaingan dunia kerja semakin ketat. Para pencari kerja tidak lagi bersaing dengan sesama pencari kerja, tapi juga dengan mesin. Sebab kini banyak pekerjaan yang dulunya menggunakan tenaga manusia, kini diambil alih oleh mesin. Akibatnya sejumlah pekerjaan baru pun muncul.
“Saat ini misalnya transaksi keuangan berubah. Pekerjaan rutin mulai dari teller bank, customer services sampai pengacara akan digantikan oleh mesin,” kata Rommy.
Gelombang otomatisasi sudah mulai melanda eropa dalam 10 tahun terakhir. Bahkan sekitar 48.000 kantor cabang bank terpaksa tutup. Nasabah bank memilih teknologi keuangan (FinTech) dibandingkan harus datang ke kantor bank. Akibatnya PHK masal di sektor perbankan tidak terhindarkan.
Bukan hanya di dunia perbankan, di dunia hiburan pun mengalami perubahan drastis. Saat ini untuk menjadi penyanyi terkenal tidak perlu mengikuti ajang pencarian bakat atau kontrak dengan label terkenal. Hanya dengan bermodal postingan video klip di Youtube, penyanyi dan band bisa terkenal dan dihargai dengan sangat tinggi.
“Contohnya Via Vallen dan Sabyan yang muncul pertama kali di Youtube. Kini untuk sekali manggung bisa hampir Rp100 juta bahkan bisa lebih,” kata Ketua Umum DPP PPP itu.
Perubahan-perubahan seperti ini yang disebut Rommy dengan disrupsi ekonomi atau kekagetan ekonomi yang harus diantisipasi oleh para wisudawan. Untuk itu para lulusan perguruan tinggi harus berpikir tidak lagi mencari lowongan kerja, namun membuka peluang kerja dari hal yang sebelumnya tak terpikirkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
