Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2017 | 05.48 WIB

Ini Saran Ekonom Agar Anggaran Pendidikan Bisa Optimal

Ilustrasi anak sekolah - Image

Ilustrasi anak sekolah

JawaPos.com - Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dana pendidikan mendapat alokasi sebesar Rp 410 triliun. Sayangnya, alokasi anggaran tersebut tidak dapat digunakan secara optimal.


Ketidakoptimalan penggunaan anggaran itu dikhawatirkan akan membuat kualitas pendidikan di Tanah Air menjadi tak berkembang.


Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, pemerintah seharusnya mampu mengoptimalkan penggunaan anggaran ke beberapa hal, seperti untuk peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui sejumlah program.


"Kedua, pemutakhiran sistem informasi guru. Jadi bisa dipantau secara nasional guru yang sering bolos kelas. Baru selanjutnya bicara kurikulum, prasarana sekolah dan sebagainya," kata Bhima kepada JawaPos.com, Minggu (25/11).


Menurutnya, dari total anggaran pendidikan tahun ini sebesar Rp 410 triliun, sebanyak 30 persen bisa digunakan untuk ketiga hal itu. Sehingga, kedepannya mutu pendidikan di Indonesia juga seimbang dengan mutu para tenaga pengajar.


"Dari total anggaran pendidikan bisa digunakan Rp 120 triliun. Karena sisanya sudah habis untk gaji guru," tuturnya.


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengkritik besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya belum sebanding dengan capaian yang diharapkan. Pemerintah masih terus mencari formulasi yang pas dalam penerapan sistem pendidikan di Indonesia agar bisa lebih baik.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore