
SAFARI: Muhadjir Effendy bersama para pengasuh Ponpes Maskumambang kemarin. Mendikbud banyak berbagi wawasan soal pendidikan karakter.
JawaPos.com – Panitia PPDB Dispendik Gresik siap mengumumkan hasil seleksi jalur siswa miskin atau keluarga prasejahtera. Total, ada 340 kuota atau 5 persen dari total pagu siswa baru di sekolah negeri. Yang gagal bisa ikut jalur reguler. ”Jumlah kuota di setiap sekolah berbeda. Tapi, wajib diisi,” kata Kadispendik Gresik Mahin Muchtar akhir pekan (9/7).
Dispendik, tegas dia, pasti memantau pengisian kursi untuk siswa miskin tersebut. Mahin menjelaskan, masih ada harapan bagi siswa yang tak lolos jalur miskin untuk diterima di SMPN. Syaratnya, dia berhasil dalam seleksi reguler pada 12 Juli.
Sebelumnya, seluruh pendaftar jalur siswa miskin memang diminta ikut tes reguler. Jika tidak lolos jalur tersebut, masih ada kemungkinan tersaring melalui jalur regular asalkan nilainya cukup bersaing. Baik nilai hasil tes potensi akademik (TPA) maupun ujian sekolah. ’’Kami sudah mengimbau wali murid. Alternatif pilihan sekolah swasta harus tetap ada,’’ ucapnya.
Mengapa penting? Menurut Mahin, alternatif amat penting karena peluang masuk SMPN memang semakin menipis. Persaingan ketat. Harapan calon siswa hanya jalur reguler.
Tes potensi akademik (TPA) untuk jalur reguler diikuti 9.275 siswa. Dispendik sempat mengubah aturan soal skor nilai. Bobot nilai TPA diturunkan menjadi 40 persen, sedangkan US naik menjadi 50 persen. Saat ini hasil tes masih dikoreksi.
Secara terpisah, Mendikbud Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa proses PPDB SMP sebenarnya memang diserahkan ke pemkab dan pemkot masing-masing. Namun, itu tidak berarti tak dipantau. Sistem baru berbasis zonasi sekolah diawasi.
’’Lucu jika ada siswa di depan sekolah yang tak diterima gara-gara dia miskin,’’ tutur Muhadjir. Lelaki asal Madiun tersebut mempersilakan sekolah menambah pagu sesuai kebutuhan. Syaratnya, sesuai aturan dan tidak menimbulkan keributan selama proses pendaftaran.
Mendikbud juga mengingatkan soal keterbukaan PPDB. Jual-beli kursi wajib dihapus. Tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau tidak. Semua pendidikan wajib mengantarkan siswa untuk pandai, terampil, dan berkepribadian. (hen/c20/roz)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
