
PERHATIAN: Kak Seto menghadiri Wisuda Home Scholing Kak Seto di Resto Forum Surabaya. Wisudawan meliputi lulusan SD, SMP, dan SMA yang mengikuti prosesi wisuda.
TIDAK ada anak yang bermasalah dalam belajar. Yang ada, anak dengan cara belajar yang berbeda. Wartawan Jawa Pos Koran Okky Putri Rahayu berkesempatan mewawancarai Seto Mulyadi, 65, pakar pendidikan yang juga praktisi homeschooling.
Seberapa penting peran orang tua dalam pendidikan anak?
Sangat penting. Orang tua adalah pendidik pertama dan yang utama.
Sebenarnya apa peran orang tua dalam pendidikan?
Bagi anak di sekolah formal maupun homeschooling, orang tua tidak boleh lepas tangan. Meskipun sudah ada jam sekolah, aturan, hingga guru, peran orang tua harus lebih besar. Sebab, sekolah adalah salah satu pembentuk karakter anak. Jadi, orang tua harus terus terlibat.
Seberapa jauh keterlibatan orang tua dalam pembentukan karakter anak?
Sebagai pendidik pertama dan utama, orang tua adalah pembentuk karakter anak yang sesungguhnya. Kehadiran orang tua dalam setiap proses belajar akan menata karakter anak sejak awal. Bagaimana pun, keluarga adalah tempat pendidikan paling ideal dan utama.
Kalau begitu, apakah anak akan terkekang dengan peran orang tua yang dominan?
Orang tua harus memberikan kesempatan memilih kepada anak. Atau melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Jangan menjadikan anak sebagai objek pendidikan semata.
Bagaimana agar anak tetap mendapatkan kebebasan, tapi terarah?
Dengan perhatian dan arahan yang tidak terkesan sebagai perintah, anak akan merasa diperhatikan dan nyaman. Dengan itu, kebebasan dan kebutuhannya dalam bersosialisasi juga tidak akan terhalang. Kembali lagi, orang tua harus melibatkan diri dalam masa tumbuh kembang anak. Termasuk dalam proses belajar.
Suasana seperti apa yang dibutuhkan anak dalam belajar?
Harus yang homey. Jangan keliru, bukan berarti belajarnya harus di rumah. Tapi harus suasana belajar yang nyaman dan menghadirkan keluarga.
Apakah anak punya tipe belajar yang berbeda-beda?
Tentu. Setiap anak punya ukurannya masing-masing. Pasti mereka punya cara belajar yang berbeda satu sama lain. Tapi, bukan berarti itu dianggap masalah.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
