
NGOBROL: Sumarman (kiri) berkomunikasi dengan Amelia Rizkyka Handayah (kanan) dan Ari Firmansyah menggunakan bahasa isyarat. Mereka membahas ujian nasional bahasa Inggris yang baru dijalani Kamis (4/5) di SMPLB Karya Mulia.
Dedikasi Sumarman di dunia pendidikan anak berkebutuhan khusus patut diapresiasi. Dia menekuni profesinya sebagai guru bagi siswa tuna rungu sejak 1984. Berbagai penelitian dilakukan. Termasuk riset tentang komunikasi antara siswa tunarungu dan tunanetra.
LULUS SMP pada 1979, Sumarman memilih sekolah pendidikan guru negeri (SPGN). Pendidikan setara SMA itu dituntaskan pada 1982. Kemudian, laki-laki yang lahir pada 1962 tersebut melanjutkan sekolah guru pendidikan luar biasa negeri (SGPLBN).
Memilih jalur sekolah guru merupakan murni pilihan Sumarman. Tidak ada intervensi dari siapa pun. Orang tuanya bukan seorang guru. ”Murni hati nurani,” katanya. Dia ingin menjadi orang yang berguna untuk bangsa. Istilah Marman adalah mendidik anak bangsa dan mengamalkan ilmu.
Begitu pula ketika dia memilih jalur sekolah guru pendidikan luar biasa. Marman ingin anak-anak tunarungu itu bisa mandiri ketika dewasa. Setidaknya, mereka tidak bergantung kepada orang lain. Sebagai manusia yang dikaruniai indra lengkap, lanjut dia, tentu sudah sewajarnya berbagi. ”Sejak kecil, saya senang mengajar,” tuturnya.
Sejak menjadi guru, Marman memilih mengajar di SMPLB-B Karya Mulia. Tekad ayah tiga anak tersebut sudah bulat untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus. Karena itu, dia mengabaikan omongan yang bisa meruntuhkan semangatnya. Misalnya, mengajar anak biasa saja sulit, apalagi mengajar anak berkebutuhan khusus.
Kini laki-laki kelahiran Jombang tersebut dipercaya menjadi kepala sekolah di SMPLB Karya Mulia sejak 1994. Menurut dia, interaksi bersama anak didiknya merupakan suatu hal yang berharga. Ada satu kondisi yang membuat dia merasa berbunga-bunga selama menjadi seorang pendidik. Yakni, ketika siswanya bisa berbicara. ”Siswa tunarungu yang mulanya tidak mengenal kata, kemudian bisa berinteraksi dan ’berbicara’ itu rasanya menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Tak sekadar mengajar. Kakek empat cucu itu aktif melakukan penelitian. Dia bekerja sama dengan para guru besar dan dosen senior dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Salah satu riset yang dikerjakan adalah pengembangan metode komunikasi bagi penyandang tunanetra dan tunarungu.
Riset yang digarap pada 2007 tersebut ingin mengakomodasikan agar siswa tunanetra dan siswa tunarungu bisa saling berkomunikasi. Menurut dia, siswa tunanetra tidak bisa melihat bahasa isyarat yang disampaikan siswa tunarungu. Sementara itu, siswa tunarungu tidak bisa mendengar tutur kata siswa tunanetra. ”Jadi, kalaupun duduk, ya sama-sama diam, tidak bisa berkomunikasi,” tuturnya.
Padahal, sebagai makhluk sosial, semestinya ada komunikasi yang menghubungkan keduanya. Melalui riset itu, muncul media komunikasi baru yang dinamai isyarat sentuhan. Untuk berkomunikasi, mereka menyentuh lawan bicaranya lebih dulu. Ada juga gerakan-gerakan isyarat yang diciptakan untuk keduanya.
Marman menyebutkan, saat ini ada seratus gerakan isyarat sentuhan. Gerakan-gerakan itu merujuk pada kesepakatan si pemakai. Kini risetnya masih berlanjut dan belum digedok menjadi bahasa baku. ”Masih penelitian,” ucapnya.
Marman yakin, setiap anak punya potensi yang bisa dikembangkan. Karena itu, dia mengajak para orang tua agar tidak putus asa membimbing putra-putrinya yang berkebutuhan khusus. Mereka bisa berkembang sebagaimana harapan orang tua. Yang penting adalah kasih sayang dan diarahkan bakat minatnya. (puj/c16/nda/sep/JPG)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
