Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 April 2017 | 23.23 WIB

Listrik Mati Bikin Panik, IPA Pilih Biologi yang IPS Suka Geografi-Sosiologi

Unas SMA/MA Sederajat Hari Ketiga - Image

Unas SMA/MA Sederajat Hari Ketiga


JawaPos.com – Peserta ujian nasional (unas) mendadak panik. Saat siswa mengerjakan soal, tiba-tiba saja listrik padam. Untungnya, listrik hanya mati selama 5 menit.



Insiden listrik padam itu terjadi di SMA Semen Gresik dan SMA YPI Darussalam Cerme. Di SMA Semen, gangguan listrik terjadi ketika siswa menggarap soal dalam ruang ujian. Mereka pun panik. ’’Tapi, syukurlah listrik mati sebentar saja. Cuma lima menit,’’ kata Kepala SMA Semen Gresik Suud Suaidi.



Padamnya listrik, kata Suud, tidak sampai mengganggu jalannya unas. Sebab, hasil pekerjaan siswa masih tersimpan dengan utuh di setiap komputer atau klien. Mereka tinggal melanjutkan pekerjaan ke soal nomor berikutnya. Bahkan, banyak yang sudah tuntas mengerjakan soal. ’’Untung (lampu mati, Red) pada menit-menit terakhir,’’ ujarnya.



Suud menjelaskan, listrik padam bukan akibat kesalahan PLN. Sebab, jaringan listrik di SMA Semen mengikuti jaringan tersendiri dengan PT Semen Gresik.



Hal serupa dialami SMA YPI Darussalam Cerme. Di sekolah tersebut, listrik dilaporkan padam pada pukul 07.20. Artinya, siswa belum mengerjakan soal. Untunglah, sekolah telah selesai merilis token. Jadi, siswa bisa mengerjakan soal tepat waktu pukul 07.30. ’’Gangguan itu bisa cepat ditangani,’’ tutur Kasi Pembelajaran SMA/SMK Cabang Dispendik Wilayah Gresik Rita Riana.



Hingga hari ketiga Rabu (12/4), tiga siswa dinyatakan absen. Masing-masing berasal dari SMA NU 2 Gresik, SMA Assa’adah Bungah, dan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Siswa asal SMA NU 2 Gresik absen karena mengundurkan diri, siswa SMA Assa’adah Bungah diketahui meninggal, dan seorang siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik absen lantaran sakit.



Siswa yang sakit asal jurusan IPA bernama Regina Putri Al Ghania. Yang bersangkutan absen unas sejak Selasa (11/4) akibat demam berdarah (DB). Pada hari pertama Senin (10/4), dia ikut ujian. Dengan demikian, Regina akan ikut unas susulan pada 18–19 April.



Kamis (13/4) merupakan hari terakhir unas SMA/MA. Materi ujian adalah mapel pilihan sesuai dengan jurusan masing-masing. Siswa sudah menentukan pilihan mapel berdasar minat dan kemampuan.



Di Kabupaten Gresik, sebagian besar siswa jurusan IPA memilih mapel biologi. Kemudian, kimia dan fisika. Di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, 70 persen siswa jurusan IPA memilih biologi. Pilihan kedua adalah kimia dengan persentase 20 persen dan 10 persen lagi memilih fisika.



Untuk jurusan IPS, sebagian besar memilih geografi 60 persen. Sosiologi dan ekonomi masing-masing 20 persen. ’’Ini sesuai dengan minat dan kemampuan anak-anak,’’ ujar Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik Ainun Jariyah.



Demikian pula SMAN 1 Sidayu. Sebagian besar siswa jurusan IPA memilih biologi, kemudian disusul fisika dan terakhir kimia. Mayoritas siswa jurusan IPS memilih ekonomi, disusul pelajaran geografi dan terakhir sosiologi.



Jurusan bahasa lain lagi. Sebagian besar memilih bahasa asing, sastra Indonesia, lalu antropologi. ’’Semua pilihan siswa disertai persetujuan wali murid,’’ jelas Kepala SMAN 1 Sidayu Arif Suswanto.



Kondisi serupa terjadi di SMAN 1 Menganti. Kepala SMAN 1 Menganti M. Fadoli mengakui bahwa siswa jurusan IPA lebih banyak memilih biologi. Pilihan kedua terbanyak fisika dan terakhir kimia. Adapun jurusan IPS, sebagian besar memilih sosiologi, kemudian geografi dan pilihan paling sedikit ekonomi. (mar/c14/roz/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore