
LANGSUNG PRAKTIK: Guru KB-TK Al Falah Darussalam Siti Halimah memandu anak didik untuk melakukan teknik pencampuran warna kemarin. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka acara puncak pembelajaran bertema air.
Merujuk data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo, ada 798 taman kanak-kanak (TK) di Sidoarjo. Terdata pula 834 sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal. Dengan jumlah sebanyak itu, bagaimana pembelajaran di dalamnya?
HALAMAN KB (Kelompok Bermain)-TK Al Falah Darussalam Waru terlihat ramai Senin(10/4). Penyebabnya, sekolah yang berada di kawasan Jalan Anggrek, Tropodo, itu sejak pagi menggelar acara puncak pembelajaran tema bulan ini, yakni pameran. ’’Bulan ini temanya tentang air,’’ jelas Kepala KB-TK Al Falah Darussalam Amiliyah Nur Idah.
Karena bertema air, khusus bulan ini, banyak pembelajaran tentang air. Amiliyah menjelaskan, selama ini anak-anak hanya mengetahui fungsi air secara umum. Misalnya, untuk mandi, wudu, mencuci, minum, atau memasak. Nah, dalam pembelajaran tematik kali ini, air dibahas secara lebih mendalam. ’’Untuk hari ini (Senin 10/4, Red), ada beberapa stan pameran yang memberikan informasi tentang kegunaan dan pengolahan air,’’ katanya.
Di antaranya, demonstrasi penyulingan air dengan menggunakan alat sederhana. Mereka memanfaatkan botol air mineral bekas yang bagian bawahnya dilubangi. Kemudian, botol tersebut dibalik dan diisi dengan menggunakan bahan untuk penyaringan seperti arang, serabut kelapa, dan batu koral. ’’Ini air sungai yang sangat kotor. Kami tunjukkan, setelah disaring tiga kali dengan memanfaatkan alat ini, airnya jadi lebih jernih,’’ ungkap Amiliyah.
Untuk mengenalkan warna, ada stan yang menyajikan botol-botol dengan warna primer. Yakni, biru, kuning, dan merah. Anak-anak diajak mencampurkan tiga warna tersebut hingga menjadi warna baru. Misalnya, merah dan kuning dicampur agar menjadi oranye.
Untuk belajar tentang kapilaritas, mereka menciptakan pelangi buatan. Para siswa mewarnai ujung tisu dengan menggunakan spidol. Lalu, tisu itu dicelupkan ke air. Kemudian, air meresap ke bagian tisu yang kering dan mengalirkan warna yang ada di tisu. Resapan air tersebut membentuk garis layaknya pelangi. ’’Mereka jadi tahu penyerapan zat cair,’’ ucapnya.
Mereka juga belajar membuat gelembung udara dengan bahan daun angsana. Daun itu diremas-remas dengan memanfaatkan air sehingga zat dari dalam daun yang keluar membuat air sedikit kental dan lengket. Kekentalan itulah yang membuat air tadi bisa digunakan untuk membuat gelembung sabun.
Selain itu, ada pula stan untuk belajar membuat es puter warna-warni dengan menggunakan es batu dan garam. Serta, stan untuk belajar mengetahui bisa tenggelam dan tidaknya sebuah benda. Ada juga mainan kolam pancing untuk menunjukkan bahwa air juga jadi sumber kehidupan untuk makhluk lain.
Pembelajaran tematik itu membuat anak didik lebih antusias dan belajar dari pengalaman langsung. Agar banyak ilmu yang terserap, tema diganti tiap bulan. Contohnya, pada Maret lalu, tema yang diangkat berkaitan dengan unggas. Jadi, kegiatan pembelajaran banyak membahas unggas. Mulai makanan olahan dari unggas, penetasan telur, hingga cara melakukan senam unggas.
Pada Februari, tema yang diangkat berkaitan dengan tanaman buah. Sebanyak 158 anak didik belajar tentang variasi olahan buah seperti membuat keripik apel hingga belajar menanam kacang hijau.
Pembelajaran juga berganti-ganti sesuai dengan sentra yang ada di sana. Sentra yang dimaksud adalah ruangan khusus yang mendukung tema tertentu. Misalnya, mereka belajar tentang alam di sentra bahan alam. Belajar keseimbangan naik papan titian, belajar merangkak, dan bermain bola di sentra fisik motorik. Bermain dan belajar peran di sentra peran. Belajar bahasa di sentra aksara.
Salah satu yang menarik lagi adalah proses parenting yang dilakukan di sana. Yakni, guru sendiri yang melakukan presentasi kepada orang tua terkait dengan hal yang dialami anak. Guru melaporkan perkembangan tiap-tiap anak dalam bentuk video. Setiap orang tua akan mendapat video kegiatan selama pembelajaran. ’’Kalau biasanya menyewa pemateri khusus, di sini tidak. Guru sendiri yang berulang-ulang berlatih untuk tampil di hadapan orang tua. Sebab, merekalah yang paling tahu anak didik sehari-hari,’’ ujar Waka Kesiswaan KB-TK Al Falah Darussalam Fatimatuz Zuhro. (uzi/c23/dio/sep/JPG)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
