
SERIUS TAPI SANTAI: Eras Lusiana di antara murid-muridnya di SMPN 6 Surabaya.
JawaPos.com – Setelah memberikan salam kepada para siswa di kelas 7H, Eras Lusiana meminta anak-anak membuka pelajaran sebelumnya. Yakni, tembang pangkur. Minggu lalu, para siswa sudah mempelajari nada dan arti salah satu jenis macapat itu. Minggu ini, giliran satu per satu siswa maju untuk nembang.
Sebelum mulai menunjuk siswa, Eras memberikan contoh. Dia menghela napas dan mulai bernyanyi. Sekar pangkur kang winarna. Lelabuhan kang kanggo wong urip. Bait pertama dan kedua dinyanyikan dengan halus. Suaranya merdu mengisi ruangan kelas di lantai 3 SMPN 6 Surabaya itu. Anak-anak pun hanyut dalam lantunan tembang Jawa yang syahdu.
”Iki mau contoh sing sederhana, murid-murid mesti iso sing luwih apik,” ujarnya menyemangati. Setelah itu, satu per satu siswa dipanggil ke depan kelas untuk unjuk kebolehan hingga jam pelajaran bahasa Jawa siang itu usai.
Rupanya, suara merdu Eras dalam menyanyikan tembang pangkur tersebut punya asal usul. Ketika kecil, sekitar kelas I SD, dia menjadi langganan perwakilan sekolah. Khususnya pada lomba-lomba macapat. Karena itu, Eras memiliki banyak pengetahuan tentang kesenian Jawa tersebut. Juga, bisa menyanyikannya dengan fasih dan merdu.
Dari orang tuanya juga mengalir darah seni. Sang nenek bisa menari Jawa dan nembang. Ibunya pun demikian. Sangat gemulai menari gambyong. Ayahnya suka karaoke lagu-lagu Jawa. Selain macapat, Eras mahir melantunkan campursari dan keroncong.
Meski demikian, tidak ada seorang pun anggota di keluarga itu yang menekuni seni sebagai profesi utama. Sang ibu adalah kepala TK, sedangkan ayahnya guru olahraga. Sementara itu, Eras menjadi guru bahasa Jawa dan adiknya juga calon guru mata pelajaran yang sama. Namun, mereka tetap mencintai seni.
Sejak kecil hingga sekarang, mereka memiliki kebiasaan yang tidak pernah dilewatkan. Yakni, karaoke bersama sekeluarga. Setiap pulang ke Pacitan, kampung halamannya, aktivitas itu mempererat hubungan mereka. ”Pokoknya ramai kalau sedang kumpul di rumah,” ungkapnya, lantas terkekeh.
Kini, kebiasaan ikut lomba macapat sejak kecil tersebut membawa manfaat bagi Eras. Dia bisa menggunakannya sebagai sarana pembelajaran. ”Anak-anak memang perlu diselingi hiburan supaya tidak jenuh,” ujarnya. (ant/c7/nda/sep/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
