
Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga
JawaPos.com – Sebanyak 1.519 kepala satuan pendidikan Kota Delta bakal mendapat ilmu baru. Yakni, tentang penyelenggaraan pendidikan keluarga. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo sedang menggodok persiapan acara tersebut.
Kepala satuan pendidikan yang menjadi peserta acara itu mencakup kepala pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal seperti kelompok belajar; kepala TK/raudhatul athfal (RA), SD, SMP; serta kepala pendidikan masyarakat seperti kursus dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Nanti 1.519 peserta itu dijadikan delapan gelombang. Masing-masing pertemuan diisi 200 peserta. ”Ini jadi sosialisasi kepala satuan pendidikan dengan jumlah terbanyak, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah sebanyak ini,” ujar Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Sri Sutarsi.
Jumlah itu merupakan 65 persen dari total kepala satuan pendidikan yang ada dalam data pokok pendidikan (dapodik) Kabupaten Sidoarjo. Program sosialisasi penyelenggaraan pendidikan keluarga tersebut merupakan program bantuan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Program itu berlangsung di 80 kabupaten/kota dalam empat provimsi. Yakni, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung. Tujuannya, kapasitas kepala satuan pendidikan terkait dengan penyelenggaraan pendidikan keluarga bisa lebih meningkat. Selain itu, mereka bisa memberikan layanan pendidikan keluarga yang bermutu.
Untuk sosialisasi tersebut, dana yang digelontorkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencapai Rp 682.686.000. ”Dananya sangat besar, makanya nanti hasil dari sosialisasi ini berkelanjutan,” ujar Sri.
Setiap kepala satuan pendidikan nanti juga dimintai komitmen dan tindak lanjut dari sosialisasi tersebut. Kepala satuan pendidikan, seperti kepala sekolah, bisa menindaklanjutinya dengan mengumpulkan wali murid untuk diberi pemahaman terkait penyelenggaraan pendidikan keluarga yang baik dan ideal. ”Harus pintar-pintar cari cara meneruskan ilmu yang mereka dapat,” katanya.
Selain sosialisasi, ada bimbingan teknis untuk penguatan pelaku pendidikan keluarga yang diperuntukkan 50 kepala satuan pendidikan yang terpilih. Perinciannya, 42 orang dari satuan pendidikan dan 8 orang dari pengawas, penilik, maupun dewan pendidikan. ”Untuk bimtek ini ada dana sendiri,” katanya.
Sri menambahkan, saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan pelaksanaan program. Mulai menyusun materi pendampingan pengasuhan pendidikan keluarga, administrasi, hingga panduan materi. Selain itu, pada 27 Februari sampai 3 Maret, Sidoarjo mengirimkan calon pelatih dalam program tersebut untuk mengikuti pelatihan dari Kemendikbud di Batam. (uzi/c7/dio/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
