
Target akreditasi sepanjang 2016-2017 adalah 22.500 unit lembaga PAUD dan PNF
- Pemerintah berupaya mengembangkan kualitas lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Tahun ini Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) memiliki kuota akreditasi untuk 10 ribu lembaga PAUD. Alokasi kuota itu masih jauh bila dibandingkan dengan jumlah lembaga PAUD dan PNF di Indonesia.
Hasil tahun lalu menghasilkan beragam keputusan akreditasi untuk lembaga PAUD dan PNF. Misalnya, untuk Jawa Timur tahap I, total ada 46 unit kelompok bermain (KB) dan TK yang terakreditasi A serta 108 unit akreditasi B.
Ketua BAN PAUD-PNF Boedi Darma Sidi menuturkan, sistem kelembagaan mereka berbeda dengan BAN di jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi. Sebab, BAN PAUD-PNF dibentuk di daerah.
"BAN PAUD-PNF saat ini sudah didirikan di 34 provinsi," katanya di Jakarta kemarin.
Boedi menuturkan, target akreditasi sepanjang 2016-2017 adalah 22.500 unit lembaga PAUD dan PNF. Dia menceritakan, tahun lalu akreditasi telah dilakukan di 10.500 unit lembaga.
Dengan demikian, tahun ini alokasi akreditasi tinggal 10 ribu unit PAUD dan PNF. PNF itu umumnya adalah lembaga kursus dengan berbagai bidang. Misalnya, kursus akuntansi, menjahit, dan sejenisnya.
Untuk lembaga kursus atau PNF, Boedi menjelaskan, yang terakreditasi masih sedikit. Di antara total 24 ribuan lembaga PNF yang ada di Indonesia, baru 6 persen atau sekitar 1.440 unit yang sudah terakreditasi.
Dia menjelaskan, tim asesor dari BAN PAUD-PNF begitu antusias dalam menjalankan tugas. Boedi berharap akreditasi 2017 bisa memenuhi target sehingga bisa memberikan jaminan layanan kepada masyarakat. Aspek layanan pembelajaran, tenaga pengajar, serta infrastruktur harus menjadi perhatian bagi lembaga yang bakal diakreditasi.
Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan, PAUD dan PNF adalah dua dunia pendidikan yang berbeda. Dia mengharapkan adanya pembagian tugas yang jelas antara asesor di BAN PAUD dan PNF. "Penanganan akreditasi antara di PAUD dan PNF harus berbeda. Akuntabilitas asesor dalam akreditasi harus dijaga," tutur Muhadjir.
Dia berharap asesor di BAN PAUD-PNF benar-benar berbeda. Jadi, ada asesor khusus yang bagian akreditasi PAUD. KemuÂdian, ada asesor berikutnya yang spesialisasi akreditasi PNF. Khusus untuk lembaga PAUD, dia berharap proses akreditasi bisa meningkatkan kualitas. Sebab, bagi dia, lembaga PAUD adalah dasar atau landasan proses pendidikan anak-anak. (wan/c10/oki)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
