Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 23.06 WIB

Mengasah Kecakapan Komunikasi Anak Didik, Menyampaikan dengan Dua Bahasa

TAMPIL TIAP SENIN: Siswa gabungan kelas VII SMP Ulul Albab, Taman, saat berlatih drama cerita rakyat kemarin. Mereka akan menampilkan dalam dua bahasa. - Image

TAMPIL TIAP SENIN: Siswa gabungan kelas VII SMP Ulul Albab, Taman, saat berlatih drama cerita rakyat kemarin. Mereka akan menampilkan dalam dua bahasa.

JawaPos.com – SMP Ulul Albab, Taman, tidak hanya melatih kecakapan komunikasi siswa dengan bahasa Indonesia. Mereka juga mendidik para murid dengan bahasa Inggris dan Arab. Salah satu caranya menyelenggarakan drama dua bahasa yang berlangsung rutin dua minggu sekali.


Siswa menampilkan drama setiap Senin. Bergiliran dari kelas satu ke kelas lain. Temanya pun berbeda-beda. Ada cerita rakyat sampai cerita zaman rasul. ’’Senin pagi kalau tidak ada drama, berarti ada upacara. Kalau ada upacara, berarti tidak ada drama, bergiliran terus,’’ ujar guru bahasa Inggris SMP Ulul Albab Yuniz Fauzia.


Menurut dia, dasar public speaking bisa dipelajari saat penampilan drama. Di antaranya, bagaimana harus percaya diri saat di depan umum, bagaimana intonasi yang disampaikan agar sesuai dengan konteks, bagaimana memunculkan ekspresi, serta bagaimana pesan yang dibawa bisa sampai ke audiens.


Yuniz menyebutkan, siswa tidak hanya memikirkan bagaimana caranya bisa tampil baik di hadapan seluruh guru dan sesama siswa. Mereka juga harus berlatih untuk berdialog dengan bahasa asing sesuai kaidah. ’’Tampil drama dengan bahasa Indonesia saja sudah bikin grogi, apalagi dengan bahasa asing. Makanya digelar rutin biar siswa terbiasa,’’ katanya.


Pada Jumat mereka mendapat porsi lebih tentang berani berkomunikasi dengan bahasa asing. Yakni, Arab dan Inggris. Pembelajaran dengan bahasa Inggris mereka sebut oral english, sedangkan dengan bahasa Arab muhadarah. ’’Gantian setiap Jumat. Kalau Jumat ini muhadarah, berarti jumat berikutnya oral english,’’ jelas Adibah, guru bahasa Inggris lainnya.


Saat muhadarah setiap siswa yang bertugas wajib menyampaikan pidato dengan menggunakan bahasa Arab. Temanya setiap orang berbeda. Bisa tentang agama dan umum. Siswa yang akan bertugas muhadarah berkonsultasi dulu ke guru pembimbing sebelum tampil. ’’Belajar bahasa Arab, juga belajar pidato, dua hal penting sekaligus mereka dapat,’’ ucap Adibah.


Untuk oral english,mereka fokus pada percakapan dengan menggunakan bahasa Inggris. Ada pembelajaran praktik dialog rutin. Dialog keseharian seperti yang dilakukan saat di kantin, di kantor, serta di terminal. ’’Nah, mereka tampil berdialog dengan pasangan masing-masing di hadapan teman-teman sekelasnya,’’ jelas guru bahasa Inggris Bahrul Ilmi Suprayogi.


Sebelum tampil, guru tentu mengajarkan kiat-kiat menyuguhkan percakapan di depan umum. Misalnya, harus terlihat begitu natural, bahasa yang disampaikan tidak kaku, dan banyak menggunakan bahasa yang sesuai dengan tema. Misalnya, saat di taman, bahasa yang digunakan cenderung tidak formal.



’’Dengan tampil begitu, mental mereka terlatih jika sewaktu-waktu harus tampil di hadapan umum. Mereka juga bisa belajar cara berimprovisasi,’’ ungkap Bahrul. (uzi/c15/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore