
SEPENUH HATI: M. Isa Wahyudi ’’bertugas’’ membantu calon peserta didik memilih sekolah di Posko PPDB RW IV Darmokali.
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tak hanya menyita perhatian siswa. Para orang tua ikut deg-degan menanti hasilnya. Jangan sampai pendaftar salah pilih hingga kemudian tak bisa masuk sekolah negeri. Di Surabaya, ada M. Isa Wahyudi yang membantu para siswa itu menentukan pilihan tepat.
ANTIN IRSANTI
’’JANGAN sampai getun mburi’’. Dengan kalimat tersebut, M. Isa Wahyudi selalu mewanti-wanti pendaftar sekolah yang datang kepadanya. Jangan sampai mereka salah pilih sekolah. Kalau mereka salah pilih, bisa-bisa penyesalan yang datang melanda.
Karena itulah, Isa selalu meminta para siswa yang datang kepadanya mempertimbangkan pilihan secara matang. Sebab, PPDB online untuk SMP dan SMA/SMK cukup rawan. Peserta tak bisa mencabut berkas di tengah-tengah pendaftaran. Kalau tergeser, otomatis siswa masuk sekolah swasta.
Bagi sebagian siswa, masuk sekolah negeri berarti penting. Salah satunya terkait dengan biaya pendidikan. Karena itu, jasa Isa sangat dibutuhkan pada saat-saat seperti sekarang. Apalagi bagi calon siswa dengan nilai yang kurang memuaskan.
Karena itulah, Isa membantu mereka melalui Posko PPDB RW IV Darmokali untuk bisa memilih sekolah sesuai dengan nilainya. Meski nilai kurang memuaskan, jangan putus harapan. Mungkin saja masih ada kesempatan di salah satu sekolah negeri. ’’Tidak usah panik dulu,’’ tutur pria 51 tahun tersebut.
Contohnya saja pada pelaksanaan PPDB SMA/SMK yang berakhir Kamis (6/7). Posko di Jalan Darmokali itu dipenuhi pengunjung sejak pagi. Bukan hanya calon siswa, tetapi juga orang tuanya. Mereka harap-harap cemas menanti kabar bahwa nilainya masih bisa masuk di sekolah tertentu.
Dengan sabar, Isa melayani pertanyaan satu per satu pengunjung. Dia juga memberikan masukan terkait dengan pilihan sekolah. Bagi Isa, pantang menerima langsung pilihan siswa tanpa memberikan arahan. ’’Kalau sampai mereka tak lolos, saya juga ikut nelangsa,’’ kata pria yang belajar sendiri mengenai seluk-beluk PPDB online tersebut.
Ada beberapa pertanyaan yang selalu dia ajukan. Misalnya, nilainya berapa, mau masuk SMA mana, kalau SMK jurusan apa, yakin bisa diterima di sekolah itu, serta ada pilihan lain. Setelah siswa menjawab, lalu Isa bertanya lagi, seandainya kamu tak masuk di sekolah yang kamu pilih, tetapi sebenarnya bisa masuk di sekolah lain, menyesal ndak?
Nah, di sinilah para pejuang sekolah mulai dibuat bingung. Keputusan yang tadi mantap bisa berubah. Kalau sudah begitu, Isa membukakan data penerimaan siswa tahun lalu. Isa sengaja menyimpan data tersebut untuk perbandingan. ’’Saya punya data sejak 2009,’’ ujarnya.
Isa menuturkan, hanya di poskonya para siswa bisa memilih sekolah lebih dari dua macam. Pilih sebanyak-banyaknya boleh. Mereka bisa masuk di mana saja yang mereka mau. Begitu pula SMK. Tak perlu sesuai dengan aturan yang telah ditentukan Dinas Pendidikan Jatim. Pilih saja sesukanya, seberapa pun banyaknya.
Bingung ya? Sampai di sini, orang pasti berpikiran Posko RW IV Darmokali melakukan kecurangan. ’’Tidak, tidak ada yang curang, tetap sesuai dengan aturan,’’ tegasnya.
Bagaimana caranya? Pria asli Surabaya itu menjelaskan bahwa caranya adalah memperhatikan grade dan running. Siswa diminta membuat daftar sekolah yang diinginkan. Misalnya, SMAN 1 sampai SMAN 10. Kemudian, mencocokkan nilai unas mereka dengan nilai unas terendah yang diterima di sekolah tersebut tahun lalu.
Kalau nilainya lebih tinggi, diberi tanda plus dan jumlah perbandingannya. Sebaliknya, jika nilainya lebih rendah, berarti diberi tanda minus dan dicantumkan pula jumlah perbandingannya. Itulah yang dinamakan grade. ’’Biasanya setiap tahun nilai yang diterima tidak jauh-jauh bedanya, paling banter nol koma sekian,’’ terangnya.
Running adalah pergerakan nilai yang diterima saat ini di sekolah tersebut. Siswa harus memantau posisi nilainya berada di peringkat berapa di running. Misalnya, di SMAN 1 sudah tak masuk, berarti sekolah itu dicoret. Lalu, cari sekolah yang masih menerima nilai unas sesuai dengan nilai siswa tersebut. Misalnya, di SMAN 10 masih ada peluang. Siswa lalu menuliskan posisi nilainya berada di peringkat berapa di sekolah tersebut. ’’Misalnya posisi ke-100 dari pagu 300, berarti masih aman,’’ tutur laki-laki yang memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
