
Siswa SMP saat mengikuti UNBK beberapa waktu lalu. Kemendikbud memberi sanksi untuk 126 siswa karena curang saat mengikuti UNBK. Mereka dikasih nilai nol. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima 202 aduan kecurangan saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Kemarin (7/5) kementerian tersebut membeberkan 126 peserta terbukti curang dan diberi sanksi nilai nol. Yang memprihatinkan, pelaku terbanyak berasal dari Jawa Timur.
Inspektorat Jenderal Kemendikbud Muchlis R. Luddin mengatakan, ada 21 kasus kecurangan di Jawa Timur. Jumlah tersebut terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi lain. Misalnya, Kalimantan Selatan yang terbukti 18 kasus, Bali 15 kasus, Jawa Barat 13 kasus, dan Lampung 13 kasus. ''Dari 34 provinsi, ada 25 provinsi yang terdapat kasus kecurangan,'' tuturnya saat konferensi pers penjabaran hasil UNBK kemarin.
Jenis kecurangan bervariasi. Ada yang memotret soal ujian, lalu mengirim melalui aplikasi WhatsApp (WA). ''Tahun ini kebocoran soal sudah tidak ada,'' ungkapnya. Seluruh peserta ujian yang terbukti curang diberi nilai nol. Namun, mereka diberi kesempatan untuk mengulang. Cara tersebut memang akan dievaluasi apakah membuat jera atau tidak.
Photo
Siswa SMP saat mengikuti UNBK beberapa waktu lalu. Kemendikbud memberi sanksi untuk 126 siswa karena curang saat mengikuti UNBK. Mereka dikasih nilai nol. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Selain temuan itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud melihat ada korelasi antara peserta dan waktu ujian. Peserta ujian yang cepat keluar ruangan cenderung memiliki nilai jelek. Hal itu terlihat dari 2.200 logbook. ''Semakin sembrono, nilai semakin jelek. Kalau UN menjadi penentu kelulusan, mungkin tidak ada lagi yang gambling,'' ucap Kabalitbang Kemendikbud Toto Suprayitno.
Bagaimana dengan nilai UNBK? Dia tidak menyebutkan secara terperinci per wilayah. Secara nasional, nilai jurusan IPA tingkat SMA naik. Kecuali pelajaran kimia yang menurun 0,22 poin daripada tahun sebelumnya. Berbeda dengan SMA, madrasah aliyah (MA) jurusan IPA cenderung mengalami kenaikan di seluruh mata pelajaran. ''Untuk jurusan IPS, ada penurunan pada mata pelajaran bahasa Indonesia, sosiologi, dan geografi,'' ujarnya.
Dia berharap analisis hasil ujian nasional tidak semata mempertimbangkan nilai. Sebab, data yang diolah balitbang mampu menjadi acuan bagi zonasi dan sekolah untuk melakukan perbaikan. ''Niatnya untuk memberikan diagnosis sedetail mungkin,'' bebernya.
Photo
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022