Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 04.36 WIB

14 Ribu Desa Belum Punya PAUD, Kemendikdasmen Dorong Konsep Satu Atap

PADA POROSNYA: Mudid BKB PAUD Soga Indah girang melihat gasing bambu yang dia tarik talinya berputar pada Minggu (11/8) lalu. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

JawaPos.com - Program wajib belajar 13 tahun pemerintah belum berjalan mulus. Pasalnya, masih ada 14 ribu desa yang masih belum memiliki satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Mengamini hal tersebut, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nia Nurhasanah mengaku telah menyiapkan strategi untuk merespon kondisi tersebut. Menurutnya, pihaknya tengah menyiapkan konsep PAUD-SD satu atap.

Konsep ini, kata dia, menekankan lokasi terpadu, di mana satuan PAUD berada di area/bangunan yang sama dengan SD. Kemudian, diasuh oleh satu kepala sekolah.

Meski begitu, dipastikan guru-guru yang mengajar berbeda satu sama lain di tiap jenjangnya. Namun, diharapkan ada penguatan bagi guru kelas rendah SD agar dapat mendukung PAUD secara terpadu.

“Ini strategi agar di daerah-daerah yang belum memiliki PAUD, khususnya di daerah 3T. Sehingga anak-anak bisa mengakses pendidikan usia dini,” tuturnya dalam diskusi pendidikan bersama Kemendikdasmen, dikutip Minggu (21/9).

Selain konsep satu atap, Kemendikdasmen juga membangun unit sekolah baru, revitalisasi lembaga PAUD eksisting, hingga menegerikan satuan PAUD. Hal ini guna mendukung program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup 9 tahun pendidikan dasar, 3 tahun menengah, dan 1 tahun prasekolah.

Tambahan satu tahun pra sekolah ini diputuskan mengingat rentang usia 5–6 tahun merupakan masa emas pertumbuhan anak. Otak mereka berkembang hingga 80 persen di masa itu.

“Oleh karena itu, pendidikan prasekolah ditempatkan sebagai prioritas utama dalam rancangan wajib belajar ini,” jelasnya.

Tak hanya berkutat pada sarana dan prasaran saja, untuk memantapkan program ini, maka dilakukan pula penguatan masa transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Sehingga, capaian pembelajaran PAUD selaras dengan SD kelas 1–2.

“Sejak 2023, kurikulum dan buku sebetulnya sudah disesuaikan untuk memastikan tidak ada jarak antara pembelajaran PAUD dan SD. Kami ingin transisi berlangsung mulus dan menyenangkan bagi anak,” paparnya.

Penguatan kompetensi para guru PAUD pun juga dilakukan beriringan. Para guru PAUD yang belum memiliki kualifikasi pendidikan S1/D-4 kini difasilitasi untuk meneruskan pendidikannya. Dengan begitu, ilmu mereka akan terupgrade.

Pemerintah turut menggencarkan penguatan pedagogi melalui pendekatan STEM, pendidikan agama dan karakter, bahasa ibu, serta nilai inklusivitas. Kemitraan dengan 75 organisasi pendidikan juga telah dijalin dengan rencana tindak lanjut spesifik.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore