PADA POROSNYA: Mudid BKB PAUD Soga Indah girang melihat gasing bambu yang dia tarik talinya berputar pada Minggu (11/8) lalu. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com - Program wajib belajar 13 tahun pemerintah belum berjalan mulus. Pasalnya, masih ada 14 ribu desa yang masih belum memiliki satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Mengamini hal tersebut, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nia Nurhasanah mengaku telah menyiapkan strategi untuk merespon kondisi tersebut. Menurutnya, pihaknya tengah menyiapkan konsep PAUD-SD satu atap.
Konsep ini, kata dia, menekankan lokasi terpadu, di mana satuan PAUD berada di area/bangunan yang sama dengan SD. Kemudian, diasuh oleh satu kepala sekolah.
Meski begitu, dipastikan guru-guru yang mengajar berbeda satu sama lain di tiap jenjangnya. Namun, diharapkan ada penguatan bagi guru kelas rendah SD agar dapat mendukung PAUD secara terpadu.
“Ini strategi agar di daerah-daerah yang belum memiliki PAUD, khususnya di daerah 3T. Sehingga anak-anak bisa mengakses pendidikan usia dini,” tuturnya dalam diskusi pendidikan bersama Kemendikdasmen, dikutip Minggu (21/9).
Selain konsep satu atap, Kemendikdasmen juga membangun unit sekolah baru, revitalisasi lembaga PAUD eksisting, hingga menegerikan satuan PAUD. Hal ini guna mendukung program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup 9 tahun pendidikan dasar, 3 tahun menengah, dan 1 tahun prasekolah.
Tambahan satu tahun pra sekolah ini diputuskan mengingat rentang usia 5–6 tahun merupakan masa emas pertumbuhan anak. Otak mereka berkembang hingga 80 persen di masa itu.
“Oleh karena itu, pendidikan prasekolah ditempatkan sebagai prioritas utama dalam rancangan wajib belajar ini,” jelasnya.
Tak hanya berkutat pada sarana dan prasaran saja, untuk memantapkan program ini, maka dilakukan pula penguatan masa transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Sehingga, capaian pembelajaran PAUD selaras dengan SD kelas 1–2.
“Sejak 2023, kurikulum dan buku sebetulnya sudah disesuaikan untuk memastikan tidak ada jarak antara pembelajaran PAUD dan SD. Kami ingin transisi berlangsung mulus dan menyenangkan bagi anak,” paparnya.
Penguatan kompetensi para guru PAUD pun juga dilakukan beriringan. Para guru PAUD yang belum memiliki kualifikasi pendidikan S1/D-4 kini difasilitasi untuk meneruskan pendidikannya. Dengan begitu, ilmu mereka akan terupgrade.
Pemerintah turut menggencarkan penguatan pedagogi melalui pendekatan STEM, pendidikan agama dan karakter, bahasa ibu, serta nilai inklusivitas. Kemitraan dengan 75 organisasi pendidikan juga telah dijalin dengan rencana tindak lanjut spesifik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
