Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 16.10 WIB

Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa dan Santri di Sekolah serta Pesantren Resmi Dimulai, Ada Yang Ketahuan Giginya Bolong

Para santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta menjalani cek kesehatan gratis (CKG), Senin (4/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Para santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta menjalani cek kesehatan gratis (CKG), Senin (4/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa di sekolah, madrasah, maupun pesantren di Indonesia resmi dimulai. Salah satunya berlangsung di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (4/8).

Secara bergiliran, santri menjalani pemeriksaan kesehatan. Total ada 14 jenis pemeriksaan. Mulai dari mata, telinga, gigi, hati terkait hepatitis, tekanan darah, anemia, dan pemeriksaan lainnya. Anak-anak juga diharuskan lari keliling lapangan untuk pengecekan kebugaran. 

Total ada 100 santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Salah satunya Ahmad Faiz Setiawan. Santri 16 tahun asal Lampung itu mengatakan, dia menjalani seluruh pemeriksaan. Mulai dari tinggi badan, tekanan darah, cek darah, sampai pemeriksaan gigi, mata, dan telinga. 

"Alhamdulillah normal semua. Catatan dari pemeriksa tadi gosok giginya kurang sempurna," katanya. Faiz, yang menuturkan bahwa salah satu giginya ada yang bolong. Oleh pemeriksa, dianjurkan untuk dicopot.

Dia mengatakan baru kali ini menjalani pemeriksaan kesehatan di pesantren. Faiz yang sudah empat tahun mondok di Jakarta mengatakan beberapa kali sakit. Tetapi sebatas sakit flu atau batuk. Dia berharap bisa sehat terus selama di pesantren. 

Pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ditinjau langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Dia mengatakan, total ada 12,5 jutaan murid atau santri di bawah naungan Kemenag yang mengikuti cek kesehatan gratis. "Termasuk untuk lembaga pendidikan agama lain seperti Kristen, Katolik, dan lainnya," katanya. 

Nasaruddin mengatakan, dari sisi agama, menjaga kesehatan itu penting. Karena kalau sakit, beribadah jadi tidak nyaman.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan gratis adalah upaya preventif atau pencegahan. Bagi dia upaya preventif jauh lebih hemat. "Jangan nunggu sakit baru ke dokter," tandasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore