Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 23.24 WIB

Tosca Pensi: Wadah Aktualisasi Siswa SMA Plus Pembangunan Jaya dalam Kolaborasi dan Kepemimpinan

Suasana Tosca Pensi 2025 yang digarap oleh siswa SMA Plus Pembangunan Jaya. (Istimewa). - Image

Suasana Tosca Pensi 2025 yang digarap oleh siswa SMA Plus Pembangunan Jaya. (Istimewa).

JawaPos.com – Sorot lampu panggung mungkin redup, tetapi pelajaran tentang kepemimpinan, kolaborasi, dan ketangguhan akan terus menyala dalam langkah para siswa.

Kira-kira pesan itulah yang disampaikan Tosca Pensi 2025, sebuah ajang pentas seni tahunan SMA Plus Pembangunan Jaya, yang bukan hanya sekadar panggung hiburan.

Di balik gemerlap lampu dan sorak penonton, tersimpan proses pembelajaran panjang bagi siswa kelas 11 yang menjadi tulang punggung acara. Wakil Kepala Sekolah Ikhsan Muttaqin menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai laboratorium kepemimpinan, kolaborasi, dan proyek nyata penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Tosca Pensi 2025 digarap selama enam bulan oleh 120 siswa kelas 11, dengan guru hanya sebagai fasilitator. "Mereka yang menyusun konsep, mencari sponsor, hingga mengatur acara," ujar Ikhsan saat ditemui Jawapos.com, Senin (29/4).

Tantangan terbesar justru terletak pada dinamika tim: menyatukan ragam ide dan karakter. Ketua panitia, dan tim inti harus mengelola aspirasi yang kadang bertolak belakang. "Ada ide yang tak terakomodir, dan itu mengajarkan mereka tentang demokrasi," tambah Ikhsan.

Tosca Pensi 2025 menjadi medium implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Dimensi seperti berkebinekaan global dan gotong royong terlihat jelas ketika siswa lintas angkatan bekerja sama tanpa sekat senioritas.

"Kelas 10 turut membantu, meski motor utama tetap kelas 11. Ini budaya kami: berbagi pengetahuan tanpa ego angkatan," tegas Ikhsan.

Dikatakan Ikhsan, pemilihan kelas 11 sebagai ujung tombak kepanitiaan pun sangat strategis. Di mana, kelas 11 dianggap memiliki ruang untuk berekplorasi. "Kelas 10 masih beradaptasi, kelas 12 fokus ke ujian. Kelas 11 lah yang punya ruang untuk bereksplorasi," paparnya.

Bagi sekolah, kesuksesan Tosca Pensi 2025 bukan diukur dari jumlah penonton atau viral di media sosial. Yang utama, siswa bahagia dengan prosesnya dan mengambil hikmah dari setiap tantangan. "Kita lihat proses yang kamu lakukan, karena kita akan lihat proses. Kita tidak melihat hasil," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tosca Pensi 2025, Ni Luh Ketut Pradnya Maha Gayatri, mengaku bahagia telah menjadi bagian dari sejarah acara ini. Dirinya mengatakan, Tosca Pensi 2025 dapat menginspirasi siswa untuk mengekspresikan seni tanpa batas dengan konsep futuristik, yakni menggabungkan kreativitas siswa, dan pesan ramah lingkungan.

Tidak hanya menghibur, Tosca Pensi 2025 juga mengusung konsep ramah lingkungan (zero waste) dengan pengelolaan sampah yang ketat. "Kami ingin membuktikan bahwa kreativitas bisa melampaui imajinasi, seperti langit yang tak bertepi," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore