
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto. (Kemendikti Saintek)
JawaPos.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menggelar pertemuan tertutup dengan para rektor dan dekan Fakultas Kedokteran penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Rabu (23/4). Agenda utama pertemuan adalah membahas reformasi mendalam terhadap sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.
Langkah ini menjadi respons atas sejumlah kasus kekerasan seksual yang melibatkan dokter peserta PPDS. Brian menegaskan bahwa fenomena ini merupakan ujian serius yang harus dijawab lewat pembenahan sistem secara kolaboratif.
“Kami mendorong para rektor dan dekan untuk bekerja bersama memperbaiki sistem. Ini bukan hanya soal menjaga mutu, tapi juga menjamin keamanan dan integritas dalam pendidikan kedokteran,” ujar Brian dalam keterangan resminya.
Guna mempercepat reformasi, Kemdikti Saintek bersama Kementerian Kesehatan telah membentuk Komite Bersama. Forum ini diharapkan menjadi ruang tukar gagasan dan perumusan kebijakan yang solutif untuk memperkuat sistem pendidikan dokter, termasuk program PPDS.
“Komite Bersama ini akan kami gunakan secara proaktif untuk menyempurnakan kebijakan. Kita harus menyelesaikan polemik-polemik di publik lewat pendekatan yang berbasis kebijakan dan aksi,” tutur Brian.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan aktif dari kalangan perguruan tinggi. Kemdikti Saintek mendorong percepatan pelaksanaan program reformasi, sambil tetap menjunjung tinggi standar kualitas pendidikan.
“Kami yakin, jika ini dirumuskan bersama, hasilnya akan lebih kokoh dan bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap pendidikan kedokteran,” tambahnya.
Pasca-pertemuan, langkah konkret mulai disusun. Fokusnya adalah memperkuat kurikulum, memperbaiki sistem pengawasan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta PPDS.
Pertemuan tersebut juga menjadi bahan pembahasan dalam rapat Komisi X DPR RI yang berlangsung pada sore harinya. Meski belum memaparkan banyak detail, Brian menyebut kasus PPDS cabul menjadi keprihatinan bersama dan saat ini tengah ditangani secara sistemik.
Menanggapi usulan pemeriksaan kejiwaan berkala bagi peserta PPDS, Brian belum memberikan keputusan final. Ia menyerahkan aspek teknis itu kepada para dekan di institusi masing-masing.
“Itu hal teknis yang akan dibicarakan lebih lanjut oleh para dekan,” ucapnya singkat.
Dukungan juga datang dari kampus penyelenggara. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Airlangga, Bambang Sektiari Lukiswanto, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh langkah Kemdikti Saintek dalam membenahi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
“Kami sepenuhnya mendukung program perbaikan ini,” tutup Bambang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
