
Ilustrasi siswa SMA. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com–Wacana kembalinya sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti, sedang menjadi sorotan publik.
Kebijakan ini rencananya mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, menggantikan sistem fleksibel dalam Kurikulum Merdeka yang digagas Mendikbudristek sebelumnya Nadiem Makarim.
Pakar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Achmad Hidayatullah menilai, sikap pemerintah pusat untuk mengembalikan jurusan di SMA adalah langkah yang tepat.
“Dengan diberlakukan kebijakan ini lagi siswa tidak terbebani materi yang tidak relevan dengan minat mereka. Sehingga siswa lebih siap ke jenjang pendidikan lebih tinggi sesuai jurusan yang diinginkan,” tutur Achmad Senin (21/4).
Menurut dia, penghapusan jurusan di SMA malah akan merugikan siswa. Sebab mereka harus mempelajari banyak mata pelajaran, sehingga pemahaman terhadap materi menjadi kurang mendalam dan tidak maksimal.
“Dampak turunannya, disadari atau tidak peminat terhadap jurusan Matematika, Fisika, Kimia, atau Biologi, di perguruan tinggi semakin sepi,” imbuh alumnus University of Szeged, Hungaria ini.
Namun, yang perlu menjadi catatan adalah sekolah dan guru harus berupaya untuk menghapus stigma di masyarakat bahwa jurusan IPA lebih unggul dibanding jurusan lain, seperti IPS dan Bahasa.
“Oleh karena itu dalam konteks social cognitive theory, guru memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri siswa dalam masing masing jurusan,” tutur Achmad.
Terkait kekhawatiran siswa bahwa pengetahuan mereka akan sempit karena tak lagi mempelajari lintas mata pelajaran, hal ini tidak perlu dipikirkan. Sebab kebijakan ini justru membantu siswa untuk fokus sesuai minatnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
