
Ilustrasi penerimaan mahasiswa baru jalur SNBP, SNBT, dan jalur Mandiri. (Juraidi/Antara)
JawaPos.com–Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 Eduart Wolok meminta kepada para peserta untuk memahami Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP) atau yang kerap disebut sebagai jalur langit secara objektif.
Dalam Sosialisasi Mekanisme Pendaftaran SNBP 2025 yang diikuti secara daring di Jakarta, Eduart menekankan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam SNBP hanya menerima siswa yang berprestasi, sesuai dengan nilai akademik dan non akademik yang memenuhi ketentuan masing-masing PTN.
”Karena prestasi yang lebih baik, dia yang akan lulus. Itulah makanya tidak disebutkan ini sebagai jalur langit,” tegas Eduart Wolok seperti dilansir dari Antara.
Eduart juga menegaskan tidak ada upaya lobi atau orang dalam pada pelaksanaan SNBP. Sebab, terdapat pula sejumlah anak maupun kerabat panitia yang berkecimpung dalam SNPMB yang tidak lolos dalam proses SNBP.
Salah satunya, ungkap dia, adalah anak dari Koordinator SNBP Riza Satria Perdana yang tidak lulus dalam SNBP.
”Kebetulan beliau dosen ITB. Ketika anak beliau mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru lewat SNBP dan memilih ITB, tidak lulus ibu/bapak, tidak lulus. Artinya tidak ada yang disebut dengan jalur langit,” ujar Eduart Wolok.
Eduart menyebutkan, pihaknya berusaha untuk memberikan penilaian dengan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan seobjektif mungkin.
”Jadi kalau ada disebutkan jalur langit, makanya saya katakan itu tidak akan ada,” ucap Eduart Wolok.
SNBP merupakan jalur seleksi yang menilai calon mahasiswa berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik atau non akademik yang telah dicapai selama masa sekolah menengah. Jalur ini sebelumnya dikenal sebagai SNMPTN dan sering disebut sebagai jalur undangan.
Pendaftaran SNBP dibuka pada 4–18 Februari 2025, dan kemudian hasilnya diumumkan pada 18 Maret 2025. Adapun pendaftaran ulang setelah pengumuman dapat dilakukan di PTN masing-masing sesuai jadwal.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
