Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 September 2024 | 03.06 WIB

Pentingnya Peran Dunia Pendidikan untuk Bentuk Green Generation pada Usia Sekolah, Kaum Muda untuk Masa Depan Lingkungan

ilustrasi lingkungan hidup, flora dan fauna

 

JawaPos.com – Membentuk generasi yang paham dan peduli dengan keadaan lingkungan harus dipersiapkan sejak dini. Bahkan, dunia pendidikan pun dirasa perlu untuk hadir guna mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan keberlanjutan.

Dalam pemberian beasiswa SCG ‘Sharing the Dream’, tema besar Green Generation pun diangkat agar generasi muda khususnya siswa sekolah mulai terbentuk pikiran yang peduli akan lingkungan terutama perubahan iklim. Beasiswa SCG Sharing the Dream diberikan kepada 400 siswa SMA/sederajat dan 10 mahasiswa S1. Diharapkan, dengan membuka akses pada dunia pendidikan, pola pikir lingkungan mulai terbentuk.

Diungkapkan Administration General Manager PT Semen Jawa (SCG), Indra Leksono, green generation ini diartikan generasi muda yang punya komitmen dan kesadaran terhadap lingkungan. Dengan komitmen ini, para siswa berkomitmen peduli lingkungan dengan mengubah gaya hidup untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Dari pemerintah sendiri kan Sudha memulai dengan memberi arahan pada siswa bahkan sejak PAUD, mengenalkan tentang lingkungan, terutama perubahan iklim yang penting untuk kehidupan mereka kedepannya, kalau bukan anak-anak kita siapa lagi yang peduli,” ujar Indra baru-baru ini.

Para Pembicara Dalam pemberian beasiswa SCG ‘Sharing the Dream’. (IST)

Dalam kesempatan yang sama, Yogi Anggraena, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemdikbud Ristek, menyampaikan, terkait dengan ‘melek lingkungan’, pemerintah baru saja meluncurkan Panduan Pendidikan Perubahan Iklim sebagai bagian dari kurikulum Merdeka Belajar. Panduan ini membekali peserta didik dengan pemahaman tentang penyebab, dampak, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim. 

“Kita menyadari anak-anak didik pelru memahami perubahan iklimdan adaptasi, inilah yang jadi rancangan gimana isu ini bisa masuk dalam kurikulum. Kita sudah resmi launching, harapannya peserta didik, guru dan mitra daerah turut membangun,” ujar Yogi.

Sementara itu, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/ Bappenas, Priyanto Rohmattullah, mengungkapkan, saat ini ada tiga tiga masalah utama yang mengancam masa depan bumi dan manusia (Triple Planetary Crisis). Yakni yaitu perubahan iklim, polusi dan kerusakan lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Pembangunan Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045 fokus pada transformasi ekonomi hijau yang didasarkan pada pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim. Untuk mencapai visi tersebut, kita membutuhkan partisipasi kaum muda yang memahami penerapan ESG, dan pendidikan adalah kuncinya.

Perlu diketahui, sejak 2012, program beasiswa SCG telah menyalurkan beasiswa kepada 4.460 pelajar di Indonesia. Tahun ini, jumlah pendaftar beasiswa mencapai 2.000 peserta atau meningkat 30 persen  dari tahun lalu.

Secara nilai manfaat, kategori SMA/sederajat akan menerima dana pendidikan Rp2.000.000 per tahun, dan Sarjana menerima Rp8.000.000 per tahun hingga lulus atau maksimum masa studi empat tahun.

Para penerima beasiswa juga akan mendapatkan pelatihan soft skills, kegiatan jejaring, serta proyek komunitas. Manfaat program yang berorientasi pada pengembangan soft skills tersebut juga sejalan dengan kurikulum “Merdeka Belajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore