
FISIP UWKS dan PGRI Ronggolawe Tuban memberdayakan guru, orang tua, dan pengasuh, di KB-TKIT Al-Ihsan, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com–Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dan PGRI Ronggolawe Tuban (Unirow) memberdayakan guru, orang tua, dan pengasuh, di KB-TKIT Al-Ihsan, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.
Program pengabdian masyarakat itu merupakan program hibah dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat. Yakni pemberdayaan kemitraan masyarakat yang berfokus pada ilmu sosial, humaniora, pendidikan, serta seni dan budaya.
Pemberdayaan dilakukan Rizca Yunike Putri, Heru Dwi Herbowo, dan Sri Musrifah, itu agar lingkungan sekolah dan rumah mampu melakukan pencegahan kekerasan, kriminalitas, serta pelecehan seksual, terhadap anak. Sesuai dengan programnya KoGuRuPa (Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Pengasuh) bertujuan agar anak terjaga serta dijauhkan dari upaya kekerasan, kriminalitas, serta pelecehan seksual.
”Mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak dengan Pencegahan kekerasan termasuk tindakan bullying, kriminalitas, dan pelecehan pada anak wajib berkolaborasi antara guru, orang tua serta pengasuh,” ujar Rizca.
Rizca menjelaskan, pemilihan lokasi KB-TKIT Al-Ihsan di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, karena salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang tidak hanya hadir di wilayah permukiman namun juga berada di kawasan pesisir paling timur Kota Surabaya dan didominasi profil keluarga menengah dan menengah bawah yang rentan terhadap masalah ekonomi dan kekerasan.
”Untuk itu, tim pengabdian kepada masyarakat ini menyediakan diri untuk terlibat membantu serta melatih orang tua serta siswa untuk sigap terhadap potensi-potensi kekerasan, kriminalitas dan pelecehan seksual di sekitarnya,” ungkap Rizca.
Pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi itu dibantu beberapa mahasiswa yaitu Raka Bayu Chyarie Siva, Enik Purwati, Ainun Tafsil Mufidah, Carrolibe Nur Halizah, dan Setiana Syahra Choiriyah.
Tim melakukan sosialisasi dengan memberikan pelatihan terkait kekerasan, kriminalitas dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, rumah, penitipan anak, dan area publik serta pelatihan terkait upaya sikap pencegahan pada anak.
”Diharapkan dengan kegiatan ini bisa membantu Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut untuk mampu mewujudkan kelurahan Ramah Anak dan Kota Layak Anak menjadi isu strategis Kota Surabaya,” papar Rizca.
Selain itu, secara khusus, kegiatan itu menambah wawasan pengetahuan guru, orang tua, pengasuh serta anak terkait masalah kekerasan, kriminalitas, dan pelecehan seksual pada anak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
