Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 19.36 WIB

Dosen Asal Surabaya Luncurkan Program Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Pengasuh dari UWKS

FISIP UWKS dan PGRI Ronggolawe Tuban memberdayakan guru, orang tua, dan pengasuh, di KB-TKIT Al-Ihsan, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. (Istimewa) - Image

FISIP UWKS dan PGRI Ronggolawe Tuban memberdayakan guru, orang tua, dan pengasuh, di KB-TKIT Al-Ihsan, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. (Istimewa)

JawaPos.com–Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dan PGRI Ronggolawe Tuban (Unirow) memberdayakan guru, orang tua, dan pengasuh, di KB-TKIT Al-Ihsan, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Program pengabdian masyarakat itu merupakan program hibah dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat. Yakni pemberdayaan kemitraan masyarakat yang berfokus pada ilmu sosial, humaniora, pendidikan, serta seni dan budaya.

Pemberdayaan dilakukan Rizca Yunike Putri, Heru Dwi Herbowo, dan Sri Musrifah, itu agar lingkungan sekolah dan rumah mampu melakukan pencegahan kekerasan, kriminalitas, serta pelecehan seksual, terhadap anak. Sesuai dengan programnya KoGuRuPa (Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Pengasuh) bertujuan agar anak terjaga serta dijauhkan dari upaya kekerasan, kriminalitas, serta pelecehan seksual.

”Mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak dengan Pencegahan kekerasan termasuk tindakan bullying, kriminalitas, dan pelecehan pada anak wajib berkolaborasi antara guru, orang tua serta pengasuh,” ujar Rizca.

Rizca menjelaskan, pemilihan lokasi KB-TKIT Al-Ihsan di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, karena salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang tidak hanya hadir di wilayah permukiman namun juga berada di kawasan pesisir paling timur Kota Surabaya dan didominasi profil keluarga menengah dan menengah bawah yang rentan terhadap masalah ekonomi dan kekerasan.

”Untuk itu, tim pengabdian kepada masyarakat ini menyediakan diri untuk terlibat membantu serta melatih orang tua serta siswa untuk sigap terhadap potensi-potensi kekerasan, kriminalitas dan pelecehan seksual di sekitarnya,” ungkap Rizca.

Pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi itu dibantu beberapa mahasiswa yaitu Raka Bayu Chyarie Siva, Enik Purwati, Ainun Tafsil Mufidah, Carrolibe Nur Halizah, dan Setiana Syahra Choiriyah.

Tim melakukan sosialisasi dengan memberikan pelatihan terkait kekerasan, kriminalitas dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, rumah, penitipan anak, dan area publik serta pelatihan terkait upaya sikap pencegahan pada anak.

”Diharapkan dengan kegiatan ini bisa membantu Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut untuk mampu mewujudkan kelurahan Ramah Anak dan Kota Layak Anak menjadi isu strategis Kota Surabaya,” papar Rizca.

Selain itu, secara khusus, kegiatan itu menambah wawasan pengetahuan guru, orang tua, pengasuh serta anak terkait masalah kekerasan, kriminalitas, dan pelecehan seksual pada anak.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore