
Mahasiswa MM Unair gelar Optimizing Product Marketing for A Sustainable Environment bantu YPAC pasarkan produk ecoprint kepada masyarakat luas.
JawaPos.com–Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi para siswa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya untuk terus berkarya dan bermimpi. Hal itu dibuktikan dengan produk ecoprint yang dibuat mereka. Hasil karya tangan warna-warni dan tempting.
Untuk membantu memasarkan produk ecoprint tersebut, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (MM Unair) menginisiasi kegiatan Optimizing Product Marketing for A Sustainable Environment. Kegiatan itu untuk membantu YPAC memasarkan produk ecoprint yang diberi nama Tembus Batas kepada masyarakat luas.
”Kami sangat salut, tugas yang tidak membedakan dan diskriminasi memberikan ilmu yang luar biasa. Berkarya adalah hak untuk semua orang,” ucap Kepala Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga Dr. Gancar C. Premananto, M.Si., di Surabaya.
Kegiatan itu, lanjut Gancar tidak hanya fokus terhadap aspek bisnis. Namun, juga untuk kelestarian lingkungan. Seluruh proses ecoprint di YPAC memakai bunga dan daun dari tanaman di lingkungan sekolah. Tidak terkecuali, sisa tanaman yang telah digunakan dapat diolah menjadi pupuk.
Program itu sejalan dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pendidikan berkualitas dengan memberikan pelatihan keterampilan kepada penyandang disabilitas, terbuka peluang pendidikan dan pengembangan diri, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Keterlibatan penyandang disabilitas dalam produksi dan pemasaran produk tidak hanya menciptakan peluang kerja baru bagi mereka, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mengurangi ketidaksetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi.
Pemasaran produk dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan yang mereka hadapi dan kemitraan untuk tujuan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah dapat menciptakan kemitraan yang kuat untuk mendukung penyandang disabilitas dalam memasuki pasar kerja dan pemasaran produk.
Mahasiswa MM Unair memanfaatkan teknologi untuk mengenalkan produk ecoprint kepada masyarakat. Platform online diharapkan dapat membuka saluran pemasaran baru bagi produk-produk ecoprint tersebut.
”Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pihak lain dalam pemberdayaan saudara-saudara difabel dan memperluas pandangan masyarakat tentang pemasaran produk yang inovatif, kreatif, dan inspiratif,” ujar Ketua Kegiatan Ferry A. Mustofa.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
