Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 April 2024 | 22.27 WIB

Beri Edukasi ke Warga Meruya Selatan Soal Pemahaman Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Menjadi Eco Enzyme

Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Peduli Negeri mengadakan kegiatan edukasi pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi eco enzyme di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. - Image

Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Peduli Negeri mengadakan kegiatan edukasi pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi eco enzyme di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

JawaPos.com – Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Peduli Negeri mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar, khususnya di Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Dengan tema utama Eco Enzyme, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar tentang pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi eco enzyme, serta mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah secara mandiri melalui program bank sampah.

Eco enzyme sendiri adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air.

Kegiatan ini juga menyelenggarakan workshop pembuatan eco enzyme sebagai upaya konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Sylvia Indriany dalam keterangan tertulis yang diterima menuturkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

"Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organic. Eco enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan," ujar Sylvia.

Ia memaparkan, pertimbangan membuat eco enzyme adalah hemat dalam mengubah sampah dapur menjadi pembersih rumah tangga alami, mengurangi polusi dan air purify. Adapun rumus membuat eco enzyme yaitu sampah kulit buah:gula merah:air bersih = 3:1:10.

Selain Sylvia Indriany, dosen-dosen lain yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Oties T. Tsarwan, Det Komerdevi dan Ika Sari Damayanthi Sebayang. Mereka memberikan pembekalan dan pendampingan kepada masyarakat serta mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan ini. 

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar. Jika setiap rumah tangga menggunakan sampah mereka untuk menghasilkan enzim ramah lingkungan, itu dapat menghentikan limbah dapur dari polusi tanah kita dan mengurangi pemanasan global. Kita dapat membantu mengubah iklim," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore