
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Peduli Negeri mengadakan kegiatan edukasi pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi eco enzyme di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
JawaPos.com – Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Peduli Negeri mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar, khususnya di Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Dengan tema utama Eco Enzyme, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar tentang pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi eco enzyme, serta mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah secara mandiri melalui program bank sampah.
Eco enzyme sendiri adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air.
Kegiatan ini juga menyelenggarakan workshop pembuatan eco enzyme sebagai upaya konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Sylvia Indriany dalam keterangan tertulis yang diterima menuturkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organic. Eco enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan," ujar Sylvia.
Ia memaparkan, pertimbangan membuat eco enzyme adalah hemat dalam mengubah sampah dapur menjadi pembersih rumah tangga alami, mengurangi polusi dan air purify. Adapun rumus membuat eco enzyme yaitu sampah kulit buah:gula merah:air bersih = 3:1:10.
Selain Sylvia Indriany, dosen-dosen lain yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Oties T. Tsarwan, Det Komerdevi dan Ika Sari Damayanthi Sebayang. Mereka memberikan pembekalan dan pendampingan kepada masyarakat serta mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan ini.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar. Jika setiap rumah tangga menggunakan sampah mereka untuk menghasilkan enzim ramah lingkungan, itu dapat menghentikan limbah dapur dari polusi tanah kita dan mengurangi pemanasan global. Kita dapat membantu mengubah iklim," tutupnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
