
ILUSTRASI: Ruang Kuliah
JawaPos.com - Tidak semua kampus merasa jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ada juga yang justru merasa program itu menguntungkan bagi mahasiswa. Universitas PGRI Palembang termasuk salah satu yang mengirim mahasiswanya untuk ferienjob ke Jerman. Sebanyak 23 mahasiswa telah mengikuti program tersebut.
"Baru angkatan pertama yang dikirim," ujar Dekan FKIP Assoc Prof Dr Dessy Wardiah MPd CIQaR. Seluruh mahasiswa sudah pulang ke Palembang akhir Desember 2023 lalu. "Alhamdulillah, untuk kampus di LLDikti wilayah II aman. Semuanya tidak ada masalah,” ujarnya.
Menurut dia, para mahasiswa yang jadi korban TPPO itu berasal dari luar LLDikti wilayah II. "Kalau tidak salah kampus-kampus di Pulau Jawa. Kalau anak-anak kita yang ikut program magang ini sudah mulai membuat skripsi," imbuhnya.
Dia menjelaskan, proses magang berlangsung sekitar tiga bulan. Sebelum berangkat, para mahasiswa mengikuti kursus bahasa Inggris dan Jerman selama 3 bulan dan itu sudah dihitung SKS. "Di sana mereka membuat laporan harian yang ditandatangani supervisor tempat magang. Kemudian, di sini mereka wajib membuat laporan dan mengikuti seminar," jelas Dessy.
Universitas Lampung (Unila) juga mengirim mahasiswanya ke Jerman. Kampus negeri pertama dan tertua di Provinsi Lampung itu mengirim 16 mahasiswa. "Tapi, sudah pulang semua sejak akhir tahun lalu," kata Wakil Dekan I Fakultas Hukum Unila Rudi Natamiharja pada Kamis (28/3).
Menurut dia, para peserta hanya terkendala mencari pekerjaan yang cocok. "Masalah hanya sebatas keterlambatan pekerjaan, jenis pekerjaan kurang pas. Ada yang bekerja menyeleksi barang di Amazone, McDonald, kantor pengiriman barang, dan DHL. Itu adalah pilihan mereka. Tapi pekerjaan yang diberikan tidak sesuai pilihan, ini yang menimbulkan wanprestasi dari pihak SHB dan CV Gen," ucapnya.
Sisi positifnya, lanjut Rudi, para mahasiswa senang karena mendapat pengalaman kerja, disiplin waktu, dan ketertiban. "Dari sisi kerugian, mereka harus mengembalikan dana talangan tiket yang cukup besar, tapi kami ingin negosiasi agar bisa dikurangi. Harga tiket yang beli sendiri Rp 13 juta PP, tetapi ditarif Rp 25 juta. Ini keberatan kami,’’ urainya. (syn/mia/wan/idr/raf/kar/mel/c19/c18/oni)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
