
Wisudawan Universitas Brawijaya, Elo Kusuma Alfred Mandeville bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya menggunakan kakinya. (YouTube Universitas Brawijaya)
JawaPos.com – Seorang wisudawan Universitas Brawijaya, Elo Kusuma Alfred Mandeville bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya menggunakan kakinya. Pasalnya ia merupakan salah satu penyandang disabilitas fisik yang diwisuda pada Wisuda Periode IX Universitas Brawijaya Tahun Akademik 2023/2024, Sabtu (20/1).
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @pld_ub, wisudawan program D4 Desain Grafis tersebut tampak berjalan menghampiri Rektor Universitas Brawijaya dengan didampingi seorang yang membawa map ijazahnya.
Saat tiba di hadapan rektor, ia sempat berbincang dan berfoto bersama dengan pose kaki kanan Elo diangkat. Ia pun bersalaman menggunaka kaki kanannya dengan rektornya tersebut.
Baca Juga: EVNNE Tonjolkan Citra Nakal dan Bahas Makna Luka yang Tersembunyi di Mini Album 'Un: SEEN'
Ia berkuliah di Universitas Brawijaya sejak 2019 dan aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya, @elomandeville_.
Selain Elo, terdapat pula wisudawan lainnya yang juga penyandang disabilitas fisik pengguna kursi roda. Hal ini membuat sang rektor turun panggung untuk mewisudanya.
“Selain membuat pak rektor turun panggung karena panggungnya belum aksesibel, di acara wisuda kali ini pak rektor juga salaman dengan kaki,” tulis akun @pld_ub.
Wisudawan tersebut ialah Dwi Purnama Sidik. Rektor Universitas Brawijaya dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya turun panggung untuk menghampirinya memberikan ijazah dan memberikan ucapan selamat kepada Dwi Purnama Sidik.
Pemberian ijazah dan selamat tersebut pun disambut tepuk tangan yang meriah dari para wisudawan lainnya.
Baca Juga: Mitos Pulau Arnavat yang Baru Ditemukan di Kabupaten Demak, Disebut Dapat Sembuhkan Segala Penyakit
Universitas Brawijaya sendiri telah memiliki Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang didirikan pada 2012 di bawah koordinasi rektor untuk menerima penyandang disabilitas. Selain itu, pada tahun ini pula universitas yang terletak di Malang ini membuka seleksi afirmatif bagi penyandang disabilitas.
PLD Universitas Brawijaya pun telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional, seperti kementerian, pemerintahan, British Council, dan United Nations.
Dengan adanya unit pelayanan ini, Universitas Brawijaya menerima penghargaan sebagai Kampus Inklusif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2014, Anugerah Gantari pada acara Kick Andy 2018, serta, pemberian penghargaan dari Zero Project dengan inovasi Universitas Brawijaya memberikan seleksi afirmatif kepada penyandang disabilitas.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
