Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 01.05 WIB

Mahasiswa Ini Salaman Pakai Kaki Dengan Rektor Saat Wisuda di Universitas Brawijaya, Ini Penyebabnya

Wisudawan Universitas Brawijaya, Elo Kusuma Alfred Mandeville bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya menggunakan kakinya. (YouTube Universitas Brawijaya) - Image

Wisudawan Universitas Brawijaya, Elo Kusuma Alfred Mandeville bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya menggunakan kakinya. (YouTube Universitas Brawijaya)

JawaPos.com – Seorang wisudawan Universitas Brawijaya, Elo Kusuma Alfred Mandeville bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya menggunakan kakinya. Pasalnya ia merupakan salah satu penyandang disabilitas fisik yang diwisuda pada Wisuda Periode IX Universitas Brawijaya Tahun Akademik 2023/2024, Sabtu (20/1).

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @pld_ub, wisudawan program D4 Desain Grafis tersebut tampak berjalan menghampiri Rektor Universitas Brawijaya dengan didampingi seorang yang membawa map ijazahnya.

Saat tiba di hadapan rektor, ia sempat berbincang dan berfoto bersama dengan pose kaki kanan Elo diangkat. Ia pun bersalaman menggunaka kaki kanannya dengan rektornya tersebut.

Ia berkuliah di Universitas Brawijaya sejak 2019 dan aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya, @elomandeville_.

Selain Elo, terdapat pula wisudawan lainnya yang juga penyandang disabilitas fisik pengguna kursi roda. Hal ini membuat sang rektor turun panggung untuk mewisudanya.

“Selain membuat pak rektor turun panggung karena panggungnya belum aksesibel, di acara wisuda kali ini pak rektor juga salaman dengan kaki,” tulis akun @pld_ub.

Wisudawan tersebut ialah Dwi Purnama Sidik. Rektor Universitas Brawijaya dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya turun panggung untuk menghampirinya memberikan ijazah dan memberikan ucapan selamat kepada Dwi Purnama Sidik.

Pemberian ijazah dan selamat tersebut pun disambut tepuk tangan yang meriah dari para wisudawan lainnya. 

Universitas Brawijaya sendiri telah memiliki Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang didirikan pada 2012 di bawah koordinasi rektor untuk menerima penyandang disabilitas. Selain itu, pada tahun ini pula universitas yang terletak di Malang ini membuka seleksi afirmatif bagi penyandang disabilitas.

PLD Universitas Brawijaya pun telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional, seperti kementerian, pemerintahan, British Council, dan United Nations.

Dengan adanya unit pelayanan ini, Universitas Brawijaya menerima penghargaan sebagai Kampus Inklusif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2014, Anugerah Gantari pada acara Kick Andy 2018, serta, pemberian penghargaan dari Zero Project dengan inovasi Universitas Brawijaya memberikan seleksi afirmatif kepada penyandang disabilitas.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore