
BERJAJAR RAPI: Saat pengajian digelar, para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Assuniyah, Jember, saling menjaga jarak. Mereka juga disiplin menggunakan masker. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Seleksi peserta Program Beasiswa Saantri Berprestasi (PBSB) tahun 2022 memasuki tahap akhir. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) segera mengumumkan para santri calon penerima beasiswa program tersebut.
“Kami akan menjaring 600 santri penerima beasiswa. Insya Allah akan kami umumkan pada 9 Juni 2022,” kata Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghofur kepada wartawan, Senin (6/6).
600 mahasantri tersebut adalah calon penerima beasiswa untuk jenjang pendidikan strata 1 dan 2 di Perguruan Tinggi dalam negeri. Serangkaian tahap telah dilakukan dalam menjaring para santri terbaik dengan memaksimalkan berbagai instrumen.
"Kami tahu, menentukan kelulusan itu tidak gampang. Karena bukan semata faktor akademik saja yang menjadi penilaian, melainkan potensi-potensi lain menjadi faktor penentu yang harus diungkap," imbuhnya..
Waryono mengingatkan kembali visi besar PBSB untuk menguatkan peran pesantren di tengah masyarakat. Menurutnya, penting menjadi penilaian tersendiri bagi santri-santri yang menunjukan tekad kuat dalam mendedikasikan dirinya pada pesantren, sekaligus melangsungkan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Pesantren.
"Kita berharap mahasantri ini akan menjadi agen-agen yang memberi andil dalam mengokohkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemampuan akademik bisa sama-sama diasah di kampus, tetapi hati yang baik serta loyalitas kepada NKRI perlu pembinaan dan pembiasaan dalam waktu yang amat Panjang,” tegasnya.
“Dengan demikian, perlu jadi pertimbangan bahwa santri yang lulus tidak hanya mencapai ranking tertinggi tetapi memiliki loyalitas kepada NKRI. Mereka tidak hanya akan sukses tetapi dapat benar-benar memberi kontribusi pada negeri," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren Basnang Said menambahkan, ada 13.011 santri yang mendaftar, dari 1.730 pesantren. Namun, yang melengkapi data persyaratan pendaftaran berjumlah 6.391 santri. Dari jumlah itu, sebanyak 6.169 dinilai memenuhi syarat. Mereka lalu mengikuti tes CAT pada 24 – 28 Mei 2022. Hasilnya, ada 1.200 santri yang lolos ke tahap II untuk dipilih 600 peserta.
"Perguruan Tinggi Mitra diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat untuk para lulusan sehingga mereka lancar melangsungkan proses registrasi hingga akhirnya melaksanakan program perkuliahan di program studi masing-masing. Hal ini agar mereka yang lulus benar-benar mengambil jalur PBSB, sehingga tidak ada informasi mereka yang lulus kemudian mengundurkan diri," ujar Basnang.
Santri yang dinyatakan lulus harus mengikuti matrikulasi. Program ini diarahkan untuk memberikan pembekalan dan penguatan based knowledge agar tidak terjadi shock ketika santri memasuki lingkungan pembelajaran baru.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
