Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 02.33 WIB

Tingkatkan Pemajuan Kebudayaan Desa, Direktorat PPK, Kemendikbudristek Gelar Festival Dongdala

Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Festival Dongdala Budaya Desa. - Image

Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Festival Dongdala Budaya Desa.

JawaPos.com - Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Festival Dongdala Budaya Desa.

Festival itu, menurut Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Irini Dewi Yanti sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB salah satu usaha mewujudkan serta pengembangan Kebudayaan yang ada di 7 kewilayahan yang ada di desa Pringgasela Selatan.

Tak hanya itu, malam puncak kegiatan Pemajuan Kebudayaan Desa menggelar acara Apresiasi Desa Budaya (ADB). Apresiasi Desa Budayai merupakan agenda tahunan sebagai puncak kegiatan program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) yang digelar Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek sejak tahun 2021 lalu.

Diketahui, kegiatan PKD bertujuan untuk membangun kemandirian, kesejahteraan dan penghidupan berkelanjutan yang bersinergi dengan berbagai sumber daya yang ada di desa. Dari tahun 2021 hingga saat ini ada 315 desa peserta PKD.

"Tentunya semua itu melalui tahapan proses temu-kenali, pengembangan dan pemanfaatan. Harapannya desa mampu mandiri dan berdaya," ujar Irni. 

Menurutnya, ini dibuktikan dengan desa mampu membuat perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan, dengan narasi dan aktivitas kebudayaan, berikut sistem data kebudayaan yang melekat di dalamnya, termasuk legalisasinya melalui Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa.

Sementara itu, lanjutnya, Apresiasi Desa Budaya menjadi wujud pengakuan dan penghargaan atas pencapaian yang telah berhasil dilakukan oleh desa dan masyarakat dalam menegaskan dirinya sebagai Desa Budaya. Adapun kegiatan itu juga melibatkan melibatkan para juri dari kalangan akademisi, budayawan, pemerhati dan praktisi serta unsur pemegang kebijakan.

Diantara yang terlibat adalah Bito Wikantosa (staf ahli Kemendes/PDTT), Melani Budianta (FIB Universitas Indonesia), Fitri Utami Ningrum (pendiri Caventer), Redy Eko Prastyo (pegiat Kampung Cepluk) dan Aloysius Budi Kurniawan (Harian Kompas).

Pada tahun ini, para penerima penghargaan Apresiasi Desa Budaya adalah Desa Danau Lamo (Jambi), Desa Klungkung (Jawa Timur), Desa Denai Lama (Sumatera Utara), Desa Bayan (Nusa Tenggara Barat), dan Desa Pule (Jawa Timur). " ADB menjadi salah satu bukti nyata kebudayaan mampu menjadi daya gerak dan daya hidup yang menghasilkan efek positif bagi masyarakat, termasuk membuka kemungkinan pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan yang lebih luas,"jelasnya kembali.

“ADB diharapkan membuka kesadaran semua pihak di negeri ini untuk menyadari kekuatan budaya yang bisa menjadi arah kebijakan dan implementasi pembangunan nasional,”pungkas Irini.

Sementara itu berbagai kegiatan diselenggarakan dalam Festival Dongdala Budaya yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 23 Desember, diantaranya Pembuatan Janur, Bejabur/Begawe Kelem, Nyiru Jaja Bejangkonga, Nyiru Jaja Bejangkongan, Kesenian musik tradisional Klenang Nunggal Pancor Kopong, Tradisi Religi Zikir Saman, Pameran Budaya Desa Pringgasela Selatan, pameran tenun.

Seperti ditambakan Koordinator Pokja Ketahanan Budaya Syukur Asih Suprojo menjelaskan bahwa kegiatan dilaksana salah satu bentuk kepeduliannya pemerintah terhadap kemajuan kebudayaan yang ada di Desa Pringgasela. 

"Kegiatan ini dalam rangka menguatkan dan mendukung pemajuan desa. Begitu juga ntuk meningkatkan SDM generasi Pemuda untuk lebih peduli terhadap
Desanya," jelasnya.

"Tidak kalah penting untuk mempererat kerukunan dan menjaga Silaturrahmi antar Warga Desa. Menjaga dan melestarikan tradisi budaya khususnya dalam issue ketahanan pangan yang biasa dilakukan masyarakat secara turun-temurun," paparnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore