Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 02.36 WIB

Program Studi S1 Ilmu Hukum & Magister Hukum FHISIP-UT Berencana Gelar General Lecture Comparative Law dan Seminar The Adoption PBL

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) kini tengah bekerja keras mewujudkan ketercapaian akreditasi internasional (FIBAA). Sebelumnya, Prodi S1 Ilmu Hukum telah mencapai prestasi akademik dengan telah terakreditasi A oleh BAN-PT.

Tim Pengembang Prodi Magister Hukum (MH) UT saat ini juga sedang berkerja keras untuk pembukaan Prodi Magister Hukum pada 2024. Hal ini sesuai Visi-Misi-Sasaran UT 2035 (reputasi global) dibutuhkan arah langkah kongkrit dalam pengembangan kapasitas Prodi S1 Ilmu Hukum dan Magister Hukum UT.

Menindaklanjuti pengembangan kapasitas dua Prodi tersebut, FHISIP UT berencana melaksanakan kegiatan General-Lecture: Comparative- Law dan Seminar: The Adoption of PBL into Distance Legal Teaching & Learning Platform.

Tujuan kegiatan General-Lecture ini adalah dalam upaya internasionalisasi Prodi S1 Ilmu Hukum dan MH UT untuk meningkatkan kualitas layanan akademik Prodi serta meningkatkan capaian IKU UT. Selanjutnya Prodi S1 Ilmu Hukum UT dan Tim Pengembang Prodi MH sedang terus merintis kolaborasi akademik antar kelembagan perguruan tinggi (PT) nasional maupun internasional.

Penguatan kapasitas Prodi S1 Ilmu Hukum dan Prodi MH sangat mengandalkan kekuatan kolaborasi antar Perguruan Tinggi. Upaya yang dilakukan yaitu dengan telah menggalang kerja sama antar kelembagaan Perguruan Tinggi lingkup internasional maupun nasional.

Kerja sama dengan perguruan tinggi internasional antara lain dengan: a) International Association of Law School (IALS) dan b) Faculty of Law of Maastrich University, Nederland. Sedangkan kerja sama dengan Perguruan Tinggi nasional telah banyak dilakukan antara lain saat ini dengan Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Hasil dari kolaborasi dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi tersebut yaitu terbentuknya kurikulum Prodi MH UT yang berbasis Outcome Based Education (OBE) dan berorientasi Society 5.0, akan memiliki 9/Sembilan ragam bidang konsentrasi hukum dalam kurikulum OBE-nya, yi: 1) Bidkon Kenegaraan; 2) Bidkon Hukum Pidana Moderen; 3) Bidkon Hukum Ekonomi dan Bisnis; 4) Bidkon Cyber-Law; 5) Bidkon Comparative-Law; 6) Hukum Agraria; 7) Hukum Kesehatan; 8) Hukum Ketahanan dan Keamanan; 9) Hukum Acara Peradilan.

Dapat dirangkum, pendekatan penguatan kapasitas kelembagaan Prodi S1 Ilmu Hukum dan MH UT dilakukan melalui inovasi antara lain: 1) kurikulum seperti berbasis OBE, beorientasi Society 5.0 dan Bidkon Hukum; 2) strategi pembelajaran, seperti berbasis teknologi pendidikan jarak-jauh synchronous & unsynchronous teaching-learning model, model PBL (Problems Based Learning) dan interactive tutorial model lainnya; 3) pengembangan 9 Bidang Konsentrasi Hukum.

Selain itu, penguatan kapasitas Prodi S1 Ilmu Hukum dan MH juga dilakukan melalui inter institutional collaborative efforts, seperti: seminars, workshops, research and development, dan academic joint-cooperation.

Adapun penjelasan tentang sasaran jangka menengah dan panjang dari kolaborasi dan kerja sama antar kelembagaan pendidikan tinggi internasional dan keprofesian (asosiasi) hukum nasional, yaitu diarahkan untuk memperkuat sub-kelembagaan Prodi. Antara lain untuk pengembangan organ Laboratorium dan Klinik Hukum (LKH) dan organ Penerbit (Publikasi) Karya Ilmiah Hukum (PKIH). Diharapkan melalui kolaborasi ini, Prodi S1 Ilmu Hukum dan nantinya Prodi Magister Hukum mampu meningkatkan kualitas lulusannya yang memenuhi standar nasional dan internasional.

Dalam jangka panjang, inovasi pengembangan kualitas pengelolaan Prodi S1 Ilmu Hukum dan Magister Hukum dilakukan dengan melakukan kegiatan Pengembangan Bidang Konsentrasi Magister Hukum dan Pengadopsian Problems Based Learning Model pada platform model tutorial Prodi S1 Ilmu Hukum dan Magister Hukum FHISIP UT.

Hal ini sangat krusial untuk memperoleh akreditasi standar internasional. Dengan diperolehnya sertifikasi standar internasional untuk Prodi berarti merupakan wujud ketercapaian peningkatan layanan pendidikan pada peserta didik.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore