
KURIKULUM MERDEKA: Upacara Hardiknas secara hybrid di halaman kantor Kemendikbudristek pada Selasa (2/5). Peserta mengenakan busana adat dari berbagai daerah Nusantara.
JawaPos.com – Tahun depan Indonesia secara resmi memiliki kurikulum baru. Sesuai dengan target Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum Merdeka resmi menjadi kurikulum nasional pada tahun depan.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo optimistis masa transisi akan berjalan dengan baik. Alasannya, saat ini 80 persen sekolah formal sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Termasuk sekolah di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
”Di sebagian daerah, bahkan sudah hampir 100 persen sekolah formal menerapkan Kurikulum Merdeka. Misalnya, Jawa, Sumbar, Lampung, Riau, dan Kaltara. Kita optimistis secara natural tahun depan mungkin sudah 90–95 persen,” tuturnya dalam diskusi media akhir pekan ini.
Lama masa transisi ini, kata dia, masih dirumuskan. Pihaknya menunggu hasil evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka pada tahun ini. Kurikulum Merdeka diluncurkan pada Februari 2022. Namun, sosialisasi dimulai saat masa pandemi Covid-19.
Dia menerangkan, perubahan cukup signifikan pada Kurikulum Merdeka adalah pemangkasan materi. Menurut dia, materi pada Kurikulum 2013 (K-13) sangat padat sehingga dinilai menghambat pembelajaran.
Meski demikian, Nino memastikan, tidak semua hal di K-13 ditinggalkan. Program penguatan karakter di K-13 masih dilanjutkan di Kurikulum Merdeka. Tentu ada beberapa penambahan. Misal, yang sebelumnya tidak mendapat jam khusus di K-13. Di Kurikulum Merdeka akan diberikan satu hari khusus untuk penguatan karakter ini. Salah satunya melalui project-based learning.
Nino memastikan Kurikulum Merdeka akan berlanjut meski pemerintahan berganti. Alasannya, kurikulum ini dilandasi regulasi berlapis. Di antaranya, surat peraturan kepala badan setara eselon I, yakni BSKAP yang dikomandaninya, serta empat peraturan menteri yang mengatur isi kurikulum, tenaga kependidikan, dan lainnya. Karena itulah, perubahan kurikulum tidak akan mudah dan membutuhkan waktu panjang. (mia/c14/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
