
Photo
Universitas Gadjah Mada (UGM) lahir pada 70 tahun lalu dari kancah perjuangan revolusi kemerdekaan Bangsa Indonesia. UGM pun didaulat sebagai balai nasional ilmu penge tahuan dan kebudayaan saat didirikan pada periode awal kemerdekaan. Terutama bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional. Berpegang pada semangat yang sama, UGM hari ini mengemban tanggung jawab dalam mendukung citacita pem bangunan nasional.
Semangat itu juga tercermin pada peringatan Lustrum XIV atau Dies Natalis ke70 tahun ini. Tema yang diusung adalah Inovasi Akademik dalam Bingkai NKRI Guna Penguatan Daya Saing Bangsa dengan tagline Innovating Education, Strengthening Our Nation. Puncak peringatan Lustrum XIV UGM akan diadakan pada 19 Desember 2019, tepat pada peringatan ulang tahun UGM.
”Lustrum kali ini semangatnya inklusif. Acara yang diadakan tidak hanya dari kita untuk kita, tapi dari kita untuk Bangsa Indonesia,” ucap Ketua Panitia Lustrum Dr Paripurna SH MHum LLM.
Lustrum XIV UGM diisi berbagai kegiatan akademik dan nonakademik yang berlangsung hingga Desember mendatang. Di antaranya berbagai perlombaan seni dan olahraga, laun ching Wayang Gadjah Mada, festival gamelan, UGM Faculty Fair, nonton bareng video dokumenter, konser 70 tahun UGM Gemilang, festival batik nusantara, gowes jarak jauh, pelun curan buku The Magic of 70, pementasan wayang kulit, dan Nitilaku.
Tepat pada pembukaan Lustrum 19 Juli lalu, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng Deng IPU turut melun curkan Health Promoting University (HPU). Program itu menjadi salah satu upaya UGM mewujudkan kampus sehat bagi seluruh civitas academica. Panut menyampaikan bahwa per guruan tinggi diharapkan ikut mem promosikan perilaku hidup sehat. Termasuk menjadikan kampus sebagai lingkungan sehat.
”Dengan HPU ini, kita merancang bagaimana mengelola universitas, menjalankan visi dan misi agar semua nya mengarah pada kegiatan yang membuat diri kita sehat baik secara fisik maupun mental,” tutur Panut.
Inisiasi HPU diharapkan dapat mendorong berkembangnya gaya hidup sehat. Lingkungan kampus dapat menjadi titik awal dan berakhir dengan memberikan dampak yang luas ke masyarakat.
Semangat hidup sehat di kampus juga diutarakan pengajar di Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kese hatan Mayarakat Prof Dra Yayi Suryo Prabandari MSi PhD. Segenap civitas academica, terutama dosen dan tenaga kependidikan, wajib mengikuti kegia tan olahraga yang rutin dihelat di setiap fakultas atau unit kerja.
Memperhatikan asupan makanan menjadi rekomendasi lain dari Yayi. ”Olahraga kalau bisa dilakukan setiap hari. Usahakan juga makan 3 porsi sayur dan 2 porsi buah setiap hari dan hindari makan gorengan,” terangnya.
UGM juga menggandeng Mahidol University untuk mewujudkan kam pus sehat. Mahidol University meru pakan representasi HPU di tingkat ASEAN melalui program twin center. Program twin center HPU itu ber tujuan mengembangkan universitas percontohan antara UGM dan Universitas Mahidol.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
