
Aktivitas belajar mengajar di salah satu madrasah di Indonesia.
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, jumlah madrasah yang menerapkan Kurikulum Merdeka semakin banyak. Pasalnya sejumlah madrasah menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Di luar madrasah sasaran implementasi Kurikulum Merdeka yang jadi target pemerintah.
Perkembangan implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah itu disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kesiswaan, dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag M. Isom.
"Jumlah madrasah yang menjalankan Kurikulum Merdeka terus bertambah," kata Isom dalam keterangannya Kamis (3/8).
Dia menuturkan madrasah pelaksana kurikulum merdeka kian bertambah sejak pertama diterapkan di tahun 2022 lalu. Isom menuturkan pada tahun 2022 sebanyak 2.471 madrasah telah di SK-kan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag sebagai madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka. Kemudian di tahun 2023 ada 26.169 madrasah yang menyusul sebagai pelaksana Kurikulum Merdeka. Di luar itu, ada sejumlah madrasah yang menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri.
Isom mengatakan, penambahan jumlah madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka itu, merupakan respon madrasah dalam pengembangan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan. "Guru diberikan bekal implementasi kurikulum merdeka berupa bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan lain baik secara luring maupun daring," katanya.
Sementara itu, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ikut merespon implementasi Kurikulum Merdeka. Ketua Pokja Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Pergunu H.M. Faojin mengatakan, salah satu nilai positif Kurikulum Merdeka adalah memberikan keluasan para guru dalam memberikan layanan kepada anak didik.
"Pembelajaran jadi sesuai dengan ciri khas peserta didik yang disesuaikan dengan sumber daya lingkungan sekolah atau madrasah," katanya.
Selain itu, dengan Kurikulum Merdeka para guru tidak sebatas menyelesaikan kurikulum. Lebih dari itu, para guru didorong berekspresi secara elegan dalam mengembangkan kompetensi siswa.
Dia mengatakan Kurikulum Merdeka relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurut dia, dengan prinsip merdeka belajar sesuai dengan karakter pendidikan Indonesia.
"Bahkan sudah sejalan dengan konsep pendidikan pesantren ala Nahdlatul Ulama. Cuma banyak yang belum menyadarinya," katanya.
Faojin menjelaskan, dalam Implementasi Kurikulum Merdeka butuh waktu dan proses yang tak mudah. Sebab belum semua insan pendidikan mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi atau pengetahuan tentang bagaimana implementasinya. Untuk itu, Pergunu secara mandiri berinisiatif memaksimalkan perannya sebagai organisasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru-guru NU.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
