Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Februari 2017 | 04.38 WIB

Belajar Bahasa Jawa Bersama Eras Lusiana, Sering Ikut Lomba Macapat sejak Kecil

SERIUS TAPI SANTAI: Eras Lusiana di antara murid-muridnya di SMPN 6 Surabaya. - Image

SERIUS TAPI SANTAI: Eras Lusiana di antara murid-muridnya di SMPN 6 Surabaya.

JawaPos.comSetelah memberikan salam kepada para siswa di kelas 7H, Eras Lusiana meminta anak-anak membuka pelajaran sebelumnya. Yakni, tembang pangkur. Minggu lalu, para siswa sudah mempelajari nada dan arti salah satu jenis macapat itu. Minggu ini, giliran satu per satu siswa maju untuk nembang.


Sebelum mulai menunjuk siswa, Eras memberikan contoh. Dia menghela napas dan mulai bernyanyi. Sekar pangkur kang winarna. Lelabuhan kang kanggo wong urip. Bait pertama dan kedua dinyanyikan dengan halus. Suaranya merdu mengisi ruangan kelas di lantai 3 SMPN 6 Surabaya itu. Anak-anak pun hanyut dalam lantunan tembang Jawa yang syahdu.


”Iki mau contoh sing sederhana, murid-murid mesti iso sing luwih apik,” ujarnya menyemangati. Setelah itu, satu per satu siswa dipanggil ke depan kelas untuk unjuk kebolehan hingga jam pelajaran bahasa Jawa siang itu usai.


Rupanya, suara merdu Eras dalam menyanyikan tembang pangkur tersebut punya asal usul. Ketika kecil, sekitar kelas I SD, dia menjadi langganan perwakilan sekolah. Khususnya pada lomba-lomba macapat. Karena itu, Eras memiliki banyak pengetahuan tentang kesenian Jawa tersebut. Juga, bisa menyanyikannya dengan fasih dan merdu.


Dari orang tuanya juga mengalir darah seni. Sang nenek bisa menari Jawa dan nembang. Ibunya pun demikian. Sangat gemulai menari gambyong. Ayahnya suka karaoke lagu-lagu Jawa. Selain macapat, Eras mahir melantunkan campursari dan keroncong.


Meski demikian, tidak ada seorang pun anggota di keluarga itu yang menekuni seni sebagai profesi utama. Sang ibu adalah kepala TK, sedangkan ayahnya guru olahraga. Sementara itu, Eras menjadi guru bahasa Jawa dan adiknya juga calon guru mata pelajaran yang sama. Namun, mereka tetap mencintai seni.


Sejak kecil hingga sekarang, mereka memiliki kebiasaan yang tidak pernah dilewatkan. Yakni, karaoke bersama sekeluarga. Setiap pulang ke Pacitan, kampung halamannya, aktivitas itu mempererat hubungan mereka. ”Pokoknya ramai kalau sedang kumpul di rumah,” ungkapnya, lantas terkekeh.



Kini, kebiasaan ikut lomba macapat sejak kecil tersebut membawa manfaat bagi Eras. Dia bisa menggunakannya sebagai sarana pembelajaran. ”Anak-anak memang perlu diselingi hiburan supaya tidak jenuh,” ujarnya. (ant/c7/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore